JAKARTA – Sebuah foto yang memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertransformasi menjadi Superman kini viral di Instagram. Foto yang dibagikan melalui akun resmi Gedung Putih dan akun pribadi Trump itu langsung memancing beragam reaksi dari netizen. Pada postingan tersebut, tertulis kalimat “The Symbol of Hope, Truth, Justice,” yang semakin memperjelas konsep transformasi Trump menjadi tokoh superhero legendaris.
Begitu foto ini dipublikasikan, lebih dari 82 ribu netizen memberikan “likes” pada unggahan tersebut. Namun, perhatian lebih besar justru datang dari komentar-komentar yang mendesak Warner Bros untuk mengambil tindakan terhadap beredarnya foto ini.
“Warner Bros, please sue,” tulis Youtuber Patrick Dougall dengan nada serius.
Sementara selebgram Maggie Reed menambahkan, “Ini memalukan.”
Bahkan, influencer Jennifer De Paz juga menilai bahwa ada kemungkinan di balik foto viral ini. “Kasih tahu saya kalau ini perbuatan anak Elon,” katanya, merujuk pada hubungan tak terduga dengan Elon Musk.
Dalam foto tersebut, Trump mengenakan kostum Superman lengkap dengan logo S di dada, tangan mengepal, dan dagu terangkat tinggi, meniru pose khas sang superhero. Reaksi keras pun datang dari netizen, yang membahas apakah ini bentuk pernyataan politik atau sekadar aksi hiburan.
Namun, ini bukan kali pertama Trump membuat kehebohan dengan foto kontroversial. Beberapa waktu lalu, Trump juga mengundang reaksi keras publik ketika berpose mengenakan pakaian paus Katolik. Dalam unggahan tersebut, yang diposting di platform media sosial Truth Social pada 3 Mei, Trump tampak mengenakan cassock putih dan topi mitra, lengkap dengan salib besar tergantung di lehernya, 11 hari setelah wafatnya Paus Fransiskus.
Unggahan tersebut memicu reaksi keras dari banyak kalangan, terutama umat Katolik, yang merasa terganggu oleh penggunaan simbol agama dalam konteks yang dianggap tidak pantas. Tindakan Trump yang kembali mencuri perhatian publik lewat foto-foto semacam ini menunjukkan betapa media sosial menjadi ruang kontroversi di antara penggemar, pendukung, dan kritikus.