Sedikitnya 29 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah sebuah derek konstruksi ambruk dan menimpa kereta penumpang, menyebabkan rangkaian kereta tersebut anjlok di wilayah timur laut Thailand.
Insiden terjadi sekitar pukul 09.10 waktu setempat, Rabu (14/1), saat kereta telah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani.

Seorang petugas kereta yang berada di dalam rangkaian, Thirasak Wongsungnoen, mengatakan kepada CNN bahwa kereta tersebut ditabrak derek berukuran besar yang sedang digunakan dalam proyek pembangunan kereta cepat.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Foto dan video dari lokasi kejadian memperlihatkan struktur derek yang patah melintang di rel, sementara gerbong-gerbong kereta terbalik dan rusak parah. Tim penyelamat terlihat menyisir puing baja dan reruntuhan untuk mencari korban yang terjebak.
Menurut Kantor Kesehatan Provinsi Nakhon Ratchasima, sedikitnya 67 orang mengalami luka-luka, dengan delapan korban dalam kondisi kritis. Kepolisian setempat kepada Reuters menyebutkan masih ada sejumlah jenazah yang belum berhasil dievakuasi dari dalam bangkai kereta.

Kereta yang terdiri dari tiga gerbong tersebut mengangkut sekitar 200 penumpang dan melaju dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per jam saat tertimpa derek. Gerbong kedua dan ketiga mengalami dampak paling parah, bahkan kebakaran sempat terjadi di gerbong kedua, memperparah kondisi evakuasi.
Thirasak mengaku sempat berusaha menolong penumpang yang terluka, namun api yang menjalar cepat membuat akses menuju gerbong kedua tertutup.

Derek yang ambruk diketahui digunakan untuk membangun jalur layang kereta cepat, bagian dari proyek kerja sama Thailand–China yang menghubungkan Bangkok dengan Nong Khai, wilayah perbatasan dengan Laos. Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif besar China Belt and Road Initiative untuk menghubungkan China dengan Asia Tenggara.
Provinsi Ubon Ratchathani berada di kawasan Isan, Thailand timur laut, yang berbatasan langsung dengan Laos dan Kamboja. Jalur kereta menuju wilayah ini umumnya digunakan oleh warga lokal, terutama pelajar dan pekerja, dan tidak sepopuler rute wisata utama Thailand.