JAKARTA – Seorang pria berinisial AR, yang kerap berpura-pura sebagai prajurit TNI Angkatan Laut (AL), akhirnya diringkus aparat di kawasan Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (27/8/2025). Penangkapan ini dipicu oleh laporan warga yang resah melihat sosok berpakaian seragam TNI AL lengkap dengan atributnya berkeliaran di wilayah tersebut.
Diduga, aksi AR dilatarbelakangi rasa frustrasi karena berulang kali gagal lolos seleksi menjadi anggota TNI.
Menurut Babinsa Koramil Duren Sawit, Serda Wawan Setiawan, tersangka mengaku telah beberapa kali mencoba mendaftar sebagai prajurit TNI, namun selalu gagal.
“Keterangannya sih dia daftar TNI sudah beberapa kali, katanya gagal, mungkin frustrasi atau bagaimana,” ujar Serda Wawan Setiawan, Rabu (27/8/2025).
Kecurigaan warga bermula dari laporan berupa foto yang memperlihatkan AR mengenakan seragam TNI AL. Warga khawatir karena pria tersebut sering terlihat mondar-mandir di kawasan Malaka Sari tanpa kejelasan status.
“Dari warga itu saya dapat laporannya hanya berbentuk foto saja, dia katanya warga Malaka Sari. Kebetulan hari ini ketemu pas saya lagi patroli di wilayah,” tutur Serda Wawan.
Saat petugas mendekati, AR sempat berusaha melarikan diri. Namun, setelah dilakukan pengejaran, pria tersebut berhasil diamankan dan dibawa ke Koramil Duren Sawit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polsek Duren Sawit guna penanganan hukum.
Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video penangkapan AR viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @infojakbar24.
Dalam rekaman tersebut, AR tampak mengenakan seragam TNI AL lengkap dengan atribut, memperkuat dugaan bahwa ia sengaja berpura-pura sebagai prajurit aktif.
Kasus penipuan dengan modus berpura-pura sebagai anggota TNI bukanlah yang pertama terjadi.
Aksi semacam ini kerap memicu keresahan di masyarakat, terutama karena dapat merusak citra institusi militer.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan individu mencurigakan yang mengaku sebagai anggota TNI tanpa bukti resmi.
Penangkapan ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi identitas dan kewaspadaan masyarakat terhadap oknum yang menyalahgunakan atribut resmi untuk kepentingan pribadi.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif lebih lanjut serta kemungkinan tindakan lain yang dilakukan AR selama beraksi sebagai TNI AL gadungan.