JAKARTA – Fulham vs Tottenham pada pekan ke-28 Premier League 2025/26 menjadi laga krusial yang bisa menentukan arah musim kedua tim, terutama bagi skuad asuhan Igor Tudor yang kini berada dalam tekanan besar.
Pertandingan Fulham vs Tottenham akan digelar di Craven Cottage, London, Minggu (1/3/2026) pukul 21.00 WIB, saat tuan rumah berambisi melanjutkan tren positif dan tim tamu berjuang menjauh dari ancaman zona merah.
Sorotan utama dalam duel Fulham vs Tottenham tertuju pada kondisi terkini Spurs yang semakin terdesak di papan bawah klasemen dan mulai diselimuti bayang-bayang degradasi yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.
Bermain di kandang sendiri, Fulham arahan Marco Silva datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menunjukkan performa konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Klub asal London Barat itu bahkan berpeluang mencatat kemenangan ganda atas Tottenham musim ini, sebuah capaian yang akan mempertegas kontras performa kedua tim.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur menjalani periode sulit setelah inkonsistensi performa membuat mereka terperosok mendekati zona degradasi.
Penunjukan Igor Tudor sebagai manajer interim belum sepenuhnya mengangkat stabilitas tim, terlebih waktu yang tersisa di musim ini kian menipis.
Dengan hanya menyisakan 10 pertandingan, setiap laga kini bernilai final bagi Spurs yang membutuhkan poin untuk mengamankan posisi.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Tudor tetap berusaha meredam kepanikan publik dan menjaga fokus internal tim.
“Sangat sulit, tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak akan mengubah pendapat saya. Fokus pada semua hal yang perlu kita lakukan – kondisi fisik, kondisi mental, performa, dan menunggu pemain (yang cedera) kembali,” ucap Tudor dalam jumpa pers pra-pertandingan, Kamis, 26 Januari 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembenahan fisik dan mental menjadi prioritas utama Spurs di tengah situasi genting.
Meski jarak dengan zona degradasi semakin tipis, Tudor memilih untuk tidak membiarkan istilah tersebut masuk ke ruang ganti timnya.
“Tidak, saya tidak pernah menggunakannya (kata degradasi), bukan karena itu sesuatu yang menakutkan atau semacamnya. Melainkan, saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya, itu kata yang berbahaya atau kata yang tidak pernah kami gunakan,” kata Tudor menjelaskan kondisi timnya kepada awak media.
Pendekatan psikologis ini dinilai penting agar para pemain tidak terbebani tekanan berlebih menjelang laga penting di Craven Cottage.
Tudor juga menegaskan bahwa timnya tidak ingin terjebak pada hitung-hitungan poin secara prematur.
“Jadi, tidak ada yang perlu dipikirkan tentang masa depan atau poin di sini. Poin datang sebagai konsekuensi dari latihan dan pertandingan,” ucap pelatih asal Kroasia itu.
Secara taktis, Fulham diprediksi tampil agresif sejak awal demi memanfaatkan rapuhnya lini belakang Spurs yang kerap kehilangan konsentrasi.
Tottenham sendiri dituntut bermain lebih disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang jika ingin membawa pulang hasil positif dari London Barat.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan momentum yang bisa menjadi titik balik atau justru memperdalam krisis bagi Tottenham.
Jika kembali terpeleset, jarak dengan zona degradasi bisa semakin menipis dan tekanan terhadap Igor Tudor akan kian besar.
Sebaliknya, kemenangan akan menjaga asa Spurs bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris musim depan.***