Sejumlah analis Formula 1 dan media motorsport ternama sepakat menempatkan Max Verstappen sebagai pembalap terbaik musim 2025, meskipun bintang Red Bull Racing itu harus puas finis di posisi kedua klasemen akhir—hanya terpaut dua poin dari juara dunia Lando Norris bersama McLaren.
Mantan pembalap F1 yang kini menjadi analis, Jolyon Palmer, menilai Verstappen layak menyandang status terbaik tanpa perdebatan. Dalam analisis akhir musim yang dimuat Formula1.com, Palmer menegaskan performa Verstappen sepanjang tahun sangat menonjol.
“Tidak ada keraguan sama sekali. Ini musim yang luar biasa bagi Max—ia tampil sebagai underdog di awal musim, mencuri kemenangan dari McLaren, lalu menjadi ancaman besar di sepertiga akhir kompetisi,” tulis Palmer.
Unggul dalam Penilaian Media dan Analis
Pengakuan serupa datang dari media Inggris Autosport, yang menempatkan Verstappen di peringkat pertama dalam daftar Top 50 pembalap mereka. Menariknya, Norris—meski keluar sebagai juara dunia—hanya berada di posisi keenam, di bawah George Russell, yang finis keempat di klasemen akhir namun menempati posisi kedua versi Autosport.
Sementara itu, penilaian performa musim dari RacingNews365 juga menempatkan Verstappen di puncak dengan rata-rata nilai 8,4, unggul signifikan atas Norris yang meraih 7,8.
Comeback Luar Biasa di Paruh Akhir Musim
Status Verstappen sebagai pembalap terbaik 2025 tak lepas dari kebangkitannya yang dramatis di paruh akhir musim. Setelah sempat tertinggal 104 poin dari Oscar Piastri usai Grand Prix Belanda, situasi berubah drastis ketika Red Bull memperkenalkan paket upgrade krusial pada Grand Prix Italia di Monza.
Sejak saat itu, Verstappen tampil dominan dengan enam kemenangan dari sembilan balapan terakhir, menutup musim dengan delapan kemenangan dan delapan pole position—terbanyak dibandingkan pembalap lain. Pada periode tertentu, ia bahkan menyumbang 93 persen poin Red Bull seorang diri.
“Ia nyaris menciptakan salah satu comeback terbesar sepanjang sejarah olahraga. Max sudah memberikan segalanya,” ujar Palmer.
Penampilan Verstappen di sejumlah balapan, termasuk lap pole legendaris di Suzuka yang disebut Palmer sebagai “lap of the gods”, mempertegas kemampuannya memaksimalkan mobil yang tidak selalu berada dalam kondisi ideal.
Musim Terbaik Verstappen, Gelar Tetap Milik Norris
Verstappen juga diuntungkan oleh sejumlah kesalahan strategi McLaren dan insiden teknis, termasuk diskualifikasi ganda McLaren di Las Vegas akibat pelanggaran keausan plank. Meski begitu, pembalap asal Belanda tersebut menyebut musim 2025 sebagai musim terbaiknya secara personal, seraya mengaku tidak menyesal meski gagal merebut gelar juara dunia.
Di sisi lain, Norris tetap menuai pujian atas konsistensi dan ketenangannya di fase krusial musim, yang mengantarkannya meraih gelar juara dunia pertamanya. Namun, para analis menilai sejumlah kesalahan Norris di awal musim serta keunggulan performa mobil McLaren sepanjang tahun membuat posisinya dalam peringkat berbasis kualitas performa berada di bawah Verstappen.