JAKARTA – Indonesia resmi menjadi pusat produksi rudal jelajah canggih ÇAKIR melalui kerja sama strategis antara PT Republik Roketsan Indonesia dan perusahaan pertahanan Turki, Roketsan. Kolaborasi ini menandai langkah besar Indonesia menuju kemandirian industri pertahanan, dengan transfer teknologi dan pembangunan fasilitas produksi lokal yang diharapkan memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Perjanjian kerja sama ini diteken pada Februari 2025, melibatkan PT Republikorp sebagai mitra lokal. “Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI) menandatangani perjanjian strategis untuk memproduksi sistem rudal canggih ÇAKIR secara lokal di Indonesia. Melalui alih teknologi dan pembangunan lini produksi dalam negeri, kerja sama ini memperkuat kemandirian pertahanan sekaligus mempercepat pertumbuhan industri manufaktur berteknologi tinggi di Indonesia,” ungkap Republikorp melalui unggahan di akun Instagram resminya.
Rudal ÇAKIR, yang dikembangkan Roketsan, merupakan rudal jelajah serbaguna dengan jangkauan lebih dari 150 kilometer. Rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk darat, laut, dan udara, serta dirancang untuk menghancurkan target strategis seperti kapal, fasilitas darat, hingga gua dengan presisi tinggi.
Dilengkapi mesin turbojet KTJ-1750 buatan Kale Arge, ÇAKIR menawarkan kelincahan dan kemampuan navigasi 3D, menjadikannya senjata modern yang mampu beroperasi dalam segala kondisi cuaca.
Kerja sama ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga transfer keahlian yang akan membuka peluang kerja bagi insinyur dan teknisi lokal.
“Kerja sama ini akan melibatkan transfer keahlian, penciptaan lapangan kerja bagi insinyur dan teknisi lokal, serta mendorong keterlibatan industri nasional dalam rantai pasok global. Sebuah langkah besar menuju Indonesia yang mandiri, inovatif, dan siap bersaing di industri pertahanan regional maupun internasional,” tambah pernyataan Republikorp.
Langkah ini sejalan dengan strategi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok senjata asing dan memperkuat industri pertahanan domestik.
Dengan produksi lokal ÇAKIR, Indonesia tidak hanya meningkatkan kapabilitas militernya, tetapi juga berpotensi menjadi pemain kunci di pasar senjata global, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang tengah menghadapi dinamika geopolitik kompleks.
Fasilitas produksi di Indonesia juga akan mendukung pengembangan rudal lain seperti Atmaca, Hisar, dan Sungur, menegaskan komitmen Roketsan untuk mendukung modernisasi militer Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan pertahanan bilateral antara Indonesia dan Turki, sekaligus mendorong inovasi teknologi di Tanah Air.
