JAKARTA — Di tengah kerumunan jemaah calon haji Indonesia yang berziarah ke Jabal Uhud, Madinah, sosok perempuan muda tampak tersenyum hangat sambil mengabadikan momen di depan Masjid Sayyid Syuhada. Ia adalah dr. Inayatul Muthmainnah Syafaruddin (28), calon haji asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang menunaikan ibadah haji menggantikan ibunda tercinta yang telah wafat.
“Saya menggantikan ibu, beliau meninggal karena sakit gula,” tutur Inayatul saat berbincang dengan Tim Media Center Haji, Rabu (14/5/2025), dilansir dari Antara.
Inayatul tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Ujung Pandang (UPG-14) dan berangkat dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (10/5). Keberangkatannya kali ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga bentuk bakti kepada sang ibu dan pengorbanan sebagai istri. Pasalnya, ia harus meninggalkan suaminya di rumah, hanya tiga minggu setelah pernikahan mereka.
Sebagai seorang dokter umum, Inayatul memutuskan untuk mendampingi sang ayah, Syafaruddin Pagising (57), yang bekerja di Malaysia. Keduanya seharusnya berangkat bersama almarhumah ibunda, yang telah terdaftar sebagai jamaah haji reguler sejak 2011. Namun, sang ibu berpulang pada 2021 sebelum sempat menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Berdasarkan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 245 Tahun 2021, nomor porsi calon jamaah yang wafat dapat dilimpahkan kepada anggota keluarga yang memenuhi syarat. Inayatul pun terpilih menggantikan sang ibu, dengan usia dan dokumen administratif yang sesuai ketentuan.
Menurut data Sistem Informasi Haji Terpadu, musim haji tahun ini mencatat 13.808 pelimpahan nomor porsi, di mana 12.087 disebabkan oleh wafatnya jamaah dan 1.697 karena kondisi sakit permanen.
Menjejakkan kaki di Tanah Suci bersama sang ayah menjadi pengalaman spiritual yang penuh makna bagi Inayatul. Ia pun mengapresiasi pelayanan haji di Madinah yang dinilainya sangat baik.
“Alhamdulillah, saya senang karena pelayanannya baik, petugas yang melayani juga semangat,” ungkapnya.