Apa yang paling ditakuti maskapai penerbangan sebelum lepas landas? Kerusakan mesin? Cuaca buruk? Ternyata, bagi American Airlines, jawabannya adalah hilangnya sebuah stiker kecil di baris kursi nomor 18.
Insiden unik yang mendadak viral di Reddit ini terjadi saat para penumpang sudah duduk manis di dalam kabin, siap terbang menuju destinasi. Tiba-tiba, sang pilot keluar dari kokpit untuk mengumumkan kabar yang sulit dipercaya: pesawat tidak bisa terbang karena satu stiker “Dilarang Merokok” (No Smoking) hilang dari kursinya.
Spidol Sharpie vs Hukum Federal
Mendengar alasan tersebut, rasa frustrasi penumpang tak terbendung. “Tidak bisakah kita tulis saja pakai spidol Sharpie?” celetuk salah satu penumpang yang kesal.
Namun, di dunia penerbangan, aturan tidak mengenal kreativitas darurat. Maskapai bersikeras menunggu stiker resmi dikirim dari Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK). Mengapa? Karena secara hukum, tanpa tempelan mungil tersebut, pesawat dinyatakan tidak layak terbang. Sejak 22 Oktober 2024, Federal Aviation Administration (FAA) telah menetapkan bahwa tanda dilarang merokok di setiap kursi adalah syarat mutlak keselamatan hukum.
Aturan yang Terlalu Kaku?
Pakar industri perjalanan, Gary Leff, menjelaskan bahwa maskapai sebenarnya terjepit dalam dilema regulasi. Begitu hilangnya stiker itu dilaporkan secara resmi, pilot tidak punya pilihan selain menunda keberangkatan demi mematuhi daftar kelengkapan hukum.
Menariknya, Leff mengungkapkan bahwa sebenarnya ada “jalan pintas”. Berdasarkan Minimum Equipment List (MEL), pesawat tetap boleh terbang tanpa stiker tersebut asalkan kursi yang terdampak dikosongkan/diblokir. Namun, entah karena pesawat sudah penuh atau alasan operasional lain, American Airlines memilih opsi paling pahit: menunda seluruh penerbangan.
Keselamatan atau Sekadar Formalitas?
Bagi masyarakat umum, aturan ini mungkin terdengar konyol. Semua orang tahu bahwa merokok di pesawat adalah tindakan ilegal yang dilarang keras secara global. Namun, bagi otoritas penerbangan, stiker tersebut bukan sekadar pengingat, melainkan komponen keselamatan legal yang harus ada di tempatnya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi para pelancong: di ketinggian 30.000 kaki, bukan hanya mesin yang menjaga kita tetap aman, tapi juga kepatuhan total pada setiap milimeter regulasi yang ada—bahkan untuk sebuah stiker kecil di baris 18.