JAKARTA – GarudaTV secara resmi melepas tim liputan mudik Lebaran 2026 pada Selasa (10/3/2026) di Garuda Medan Merdeka (GMM), Jakarta Pusat. Acara simbolis ini dihadiri Direktur Utama GarudaTV, Fahmi Muhamad Anwari, Kakorlantas RI, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, Kemendukbangga/BKKBN, Wihaji, Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, serta Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan tradisi besar yang melibatkan jutaan keluarga Indonesia. “Terima kasih saya ucapkan pertama-tama kepada Garuda TV yang telah menghadirkan acara ini… Mudik bukan hanya sekedar perjalanan, tapi sebuah tradisi yang melibatkan masyarakat luas, melibatkan keluarga-keluarga Indonesia,” ujarnya.
AHY menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berupaya maksimal memastikan arus mudik berjalan aman, selamat, lancar, menyenangkan, dan terjangkau. Koordinasi lintas kementerian dilakukan intensif, termasuk dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR.

“Kementerian PUPR mempercepat perbaikan jalan tol, nasional, dan arteri agar siap digunakan. Sementara di sektor transportasi, strategi pengurai kemacetan, rekayasa lalu lintas, serta pemanfaatan teknologi termasuk AI diterapkan. Puncak arus mudik diprediksi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sedangkan arus balik pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026,” lanjut AHY.
Tahun lalu, pengelolaan lalu lintas berhasil menekan angka kecelakaan secara signifikan. Tahun ini, moda darat masih mendominasi, namun kereta api tetap menjadi primadona dengan penambahan gerbong. Transportasi laut dan udara juga disiapkan, meski cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.
Untuk meringankan biaya perjalanan, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat hingga 17%, kapal dan kereta sekitar 30%, serta penurunan tarif tol. AHY mengimbau masyarakat mengutamakan keselamatan dengan memanfaatkan rest area dan buffer zone.
“Yang nanti akan melaksanakan mudik, mohon agar mengutamakan faktor keselamatan, tidak ada yang lebih penting dari keselamatan diri dan keluarga kita, hingga ada orang-orang tercinta yang menunggu kita di kampung halaman maupun di rumah kita,” lanjut AHY.
“Dan kalau telah, ya cari tempat istirahat Kita siapkan rest area, buffer zone, tempat-tempat yang bottleneck. Kita juga berusaha untuk mengurai agar mengurangi potensi kelelahan yang berlebihan, dan juga potensi kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.
Dengan kesiapan infrastruktur, transportasi, serta liputan langsung GarudaTV, pemerintah optimistis mudik Lebaran 2026 berlangsung sukses dan membawa berkah bagi keluarga Indonesia.