JAKARTA – Pemerintah Gaza memperingatkan krisis kemanusiaan berpotensi semakin parah menyusul pembatasan bantuan yang diberlakukan Israel. Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut jumlah truk bantuan yang diizinkan masuuk turun drastis, dari 25 menjadi hanya lima perhari.
Pembatasan tersebut disebut mengancam kelangsungan operasi organisasi nirlaba asal Amerika Serikat, World Central Kitchen (WCK), yang selama ini menyediakan sekitar satu juta porsi makanan gratis setiap hari di Gaza. “Hambatan serius yang diberlakukan Israel di lapangan” dinilai melemahkan kapasitas operasional WCK dan berpotensi memaksa penghentian aktivitas dalam beberapa hari mendatang.
Dampak Rantai Pasok
Dilansir dari Anadolu, Jumat (27/2/2026), Pemerintah Gaza menuding Israel menekan agar bahan baku dibeli dari dalam negeri alih-alih melalui Mesir, sehingga mengubah rantai pasok, meningkatkan biaya, dan menambah hambatan distribusi. Gaza menegaskan akar persoalan terletak pada pembatasan masuknya bantuan, yang disebut melanggar hukum humaniter internasional.
Seruan Akses Kemanusiaan
World Central Kitchen menegaskan akan terus menyalurkan makanan selama pasokan masih tersedia, namun memperingatkan operasi tidak dapat berlangsung tanpa arus bantuan yang konsisten. Organisasi itu menekankan kebutuhan mendesak akan akses kemanusiaan yang aman untuk mengirim pasokan dari Mesir ke Gaza.
WCK sebelumnya juga melaporkan sejumlah stafnya tewas dalam serangan Israel dan beberapa kali terpaksa menghentikan operasi setelah truk bantuan ditolak masuk.