JAKARTA – Tim Gegana Polda Metro Jaya dikerahkan untuk menyisir Masjid SMAN 72, Jakarta Utara, setelah ledakan misterius yang melukai delapan orang, termasuk dua korban serius. Insiden terjadi di tengah Shalat Jumat, mengagetkan jamaah dan warga sekitar.
Petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan TNI AL langsung mensterilkan area, menutup akses menuju masjid, serta mengevakuasi seluruh kegiatan sekolah di SMAN 72. Tim Gegana melakukan penyisiran menyeluruh, memastikan tidak ada ancaman lanjutan, dan mengumpulkan bukti dari lokasi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan, hingga saat ini, Tim Gegana masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian. “Saat ini area sudah steril, tim Gegana masih mendalami sumber ledakan. Dugaan sementara berasal dari perangkat elektronik, tetapi kami belum dapat memastikan,” katanya kepada wartawan.
Saksi mata melaporkan ledakan terdengar keras, disertai pecahan kaca yang beterbangan. Tim medis segera membawa korban ke rumah sakit; enam di antaranya hanya mengalami luka ringan, sementara dua memerlukan perawatan intensif.
Lokasi yang berada di kompleks militer menambah kompleksitas penyelidikan. Aparat menekankan bahwa belum ada indikasi keterlibatan pihak eksternal, sehingga dugaan sementara adalah kecelakaan internal.
Selain penyisiran, Tim Gegana juga melakukan pemeriksaan prosedur keamanan dan potensi bahan peledak, memastikan masjid aman sebelum jamaah kembali beraktivitas. Polda Metro Jaya berjanji memberikan pembaruan berkala terkait hasil penyelidikan.