JAKARTA – Jutaan warga Amerika Serikat bersiap menghadapi gelombang cuaca dingin ekstrem pekan ini, sementara upaya pemulihan pascabadai musim dingin besar yang membawa salju dan es masih berlangsung.
Fenomena pusaran kutub atau polar vortex diperkirakan akan memecahkan rekor suhu terendah di sejumlah wilayah selatan dan timur laut. Kondisi ini menyulitkan pembersihan salju karena suhu beku satu digit membuat salju yang mencair kembali membeku. Beberapa daerah bahkan diperkirakan tidak akan mengalami suhu di atas titik beku hingga awal Februari.
Midwest menjadi kawasan yang paling terdampak. Di Minneapolis, suhu diperkirakan turun hingga minus 13 derajat Fahrenheit (minus 25 derajat Celsius) pada Senin (27/1/2026). Sementara itu, kota-kota di Texas seperti San Antonio dan Austin yang biasanya bersuhu hangat diperkirakan hanya mencapai sekitar 20 derajat Fahrenheit (minus 7 derajat Celsius). Angin kencang diprediksi memperparah sensasi dingin di banyak wilayah.
Gelombang dingin ini datang di saat sulit bagi warga, dengan ratusan ribu orang di 11 negara bagian masih mengalami pemadaman listrik. Data dari PowerOutage.us mencatat hampir 800.000 warga tidak mendapat pasokan listrik, termasuk lebih dari 58.000 orang di Texas, sekitar 245.000 di Tennessee, 153.000 di Mississippi, dan 120.000 di Louisiana.