JAKARTA – Ratusan pengunjuk rasa anti-perang turun ke jalan di sekitar Gedung Putih, Washington DC, dan Times Square, New York, menentang keterlibatan militer Amerika Serikat setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Aksi ini digelar oleh koalisi kelompok sayap kiri, termasuk ANSWER Coalition, National Iranian American Council, American Muslims for Palestine, People’s Forum, Palestinian Youth Movement, CodePink, Black Alliance for Peace, dan Democratic Socialists of America.
Dilansir dari Anadolu, Minggu (1/3/2026), demonstrasi serupa juga berlangsung di kota-kota besar lain seperti Atlanta, Boston, Chicago, dan Los Angeles pada Sabtu, dengan aksi lanjutan dijadwalkan di Albany, Chattanooga, Gainesville, dan Springfield. Menurut The Guardian, para penyelenggara mengecam serangan AS terhadap Iran yang mereka sebut ilegal dan berpotensi menjadi tindakan perang yang menimbulkan “kematian dan kehancuran”.
American Civil Liberties Union bersama sejumlah anggota parlemen Demokrat mendesak Kongres menghentikan aksi militer terhadap Iran, menekankan bahwa Konstitusi AS mengharuskan persetujuan legislatif atas penggunaan kekuatan militer.
Sejak Sabtu pagi, AS dan Israel melancarkan serangan di beberapa kota Iran yang menewaskan Khamenei serta sejumlah pejabat keamanan. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel dan aset militer AS di kawasan, mendorong negara-negara Teluk menutup wilayah udara mereka. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung 40 hari dan membentuk dewan sementara hingga pengganti Khamenei terpilih.