JAKARTA – Ratusan ribu demonstran turun ke jalan di berbagai kota besar Eropa pada Sabtu (9/8/2025), menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan menuntut diakhirinya serangan Israel yang terus berlangsung. Aksi ini mencerminkan kemarahan publik atas krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.
Di London, Inggris, massa memenuhi jalan-jalan dalam aksi bertajuk 30th National March for Palestine. Mereka berbaris dari Russell Square menuju Kantor Perdana Menteri Inggris dengan mengusung tema “Hentikan Kelaparan di Gaza”, seraya mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan slogan yang mengecam keterlibatan pemerintah Inggris.
Salah satu penyelenggara, Palestine Solidarity Campaign (PSC), menulis di platform X bahwa “Israel secara sistematis membuat warga Gaza kelaparan hingga meninggal.” Mereka menegaskan, “Pemerintah kita harus bertindak untuk menghentikan genosida yang dilakukan Israel.”
Aksi serupa berlangsung di Stockholm, Swedia, di mana ratusan orang berkumpul di Odenplan dan berbaris menuju Kementerian Luar Negeri. Mereka membawa spanduk yang mengecam serangan Israel serta dukungan Amerika Serikat terhadap pendudukan Gaza.
Protes ini menyusul keputusan Kabinet Keamanan Israel yang menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menduduki Gaza, yang menuai penolakan luas pada Jumat (8/8).
Di Amsterdam, Belanda, demonstran menuntut pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa batas ke Gaza dan mengecam dukungan negara-negara Barat terhadap Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada Jumat (8/8) bahwa 21 warga Palestina tewas dan lebih dari 341 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir saat mencoba mendapatkan bantuan. Sejak 27 Mei, jumlah korban tewas saat mencari bantuan mencapai 1.743 orang, dengan lebih dari 12.590 lainnya terluka. Selain itu, 11 orang, termasuk anak-anak, meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi dalam sehari terakhir, menjadikan total korban kelaparan sebanyak 212 orang, termasuk 98 anak-anak.
Di Madrid, Spanyol, massa mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Akhiri genosida”, sambil memukul panci dan wajan sebagai simbol protes terhadap kelaparan di Gaza.
Ribuan demonstran juga berkumpul di Jardin Anglais, Jenewa, Swiss, menggelar aksi duduk sambil meneriakkan protes dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Arab. Mereka menuntut diakhirinya dukungan internasional terhadap penindasan Israel dan menyerukan peningkatan kesadaran global atas krisis kemanusiaan yang terjadi.