SULTENG – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Morowali, Sulawesi Tengah, pada Minggu pagi (20/4/2025) sekitar pukul 07.36 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di darat, tepatnya 33 kilometer tenggara Kabupaten Morowali, dengan kedalaman 10 kilometer.
Berdasarkan data resmi BMKG, gempa ini memiliki koordinat 2,83 Lintang Selatan (LS) dan 122,17 Bujur Timur (BT). Getaran gempa dirasakan hingga wilayah Bahodopi dengan skala intensitas III MMI, yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah.
Akun resmi BMKG di X (@infoBMKG) mencatat:
“Mag:4.6, 20-Apr-25 07:36:00 WIB, Lok: 2.83 LS, 122.17 BT (Pusat gempa berada di darat 33 km tenggara Morowali), Kedalaman: 10 Km.”
Dampak Gempa Masih Dipantau
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat gempa. BMKG masih terus memantau aktivitas seismik untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik, serta memastikan tempat tinggal mereka aman dari risiko kerusakan.
Gempa ini menambah daftar aktivitas seismik di Indonesia, negara yang dikenal memiliki tingkat kegempaan tinggi karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga di sekitar episentrum.
Tips Menghadapi Gempa
BMKG menyarankan masyarakat di wilayah rawan gempa seperti Morowali untuk melakukan langkah-langkah antisipasi berikut:
- Kenali jalur evakuasi di rumah atau kantor.
- Hindari berada di dekat benda yang mudah jatuh saat gempa terjadi, seperti rak dan lampu gantung.
- Latih simulasi gempa bersama keluarga untuk meningkatkan kesiapsiagaan.