MEXICO CITY – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah selatan dan tengah Meksiko pada Jumat pagi, 2 Januari 2026. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai sejumlah warga lainnya.
Getaran gempa terasa kuat hingga ibu kota Mexico City serta kawasan wisata pantai Acapulco, memicu kepanikan massal di kalangan warga dan wisatawan.
Pusat gempa berada di dekat San Marcos, negara bagian Guerrero, di wilayah barat daya Meksiko, tidak jauh dari resor populer Acapulco. Otoritas setempat melaporkan seorang perempuan berusia 50 tahun meninggal dunia di Guerrero akibat tertimpa runtuhan bangunan. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Guerrero, Evelyn Salgado.
Sementara itu, seorang pria berusia 60 tahun dilaporkan meninggal dunia di Mexico City.
Wali Kota Mexico City, Clara Brugada, menyampaikan bahwa sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut. Ia juga menyebutkan gempa susulan masih terasa hingga Jumat malam.
“Warga diminta tetap tenang dan selalu menyiapkan tas ransel darurat,” ujar Brugada.
Tas ransel darurat yang direkomendasikan Pusat Pencegahan Bencana Nasional Meksiko berisi perlengkapan esensial seperti senter, radio, air minum, makanan tahan lama, pakaian hangat, serta fotokopi dokumen penting. Perlengkapan tersebut ditujukan untuk membantu warga bertahan hidup pada jam-jam awal setelah bencana.
Brugada menambahkan, dua bangunan di Mexico City saat ini tengah dievaluasi karena berpotensi mengalami kerusakan struktural dan risiko runtuh.
Sistem Peringatan Dini Seismik Meksiko berbunyi sesaat setelah gempa terjadi, memicu evakuasi darurat. Ribuan warga dan wisatawan berhamburan ke area terbuka di Mexico City dan Acapulco. Sistem peringatan ini dibangun setelah gempa besar tahun 1985 yang menewaskan lebih dari 10.000 orang.
Gempa tersebut juga sempat mengganggu konferensi pers pertama Presiden Claudia Sheinbaum di tahun 2026. Rekaman video menunjukkan gedung-gedung bergoyang hebat di Mexico City, sementara kendaraan terlihat bergetar di Acapulco.
Meksiko merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Pada 2017, gempa berkekuatan magnitudo 7,1 menewaskan lebih dari 200 orang dan meruntuhkan puluhan bangunan di Mexico City.
Hingga kini, pihak berwenang masih memantau potensi gempa susulan dan dampak kerusakan lanjutan. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti seluruh arahan resmi demi keselamatan.