KUNAR, AFGHANISTAN — Ratusan warga yang terdampak gempa bumi dahsyat baru-baru ini di Afghanistan timur kini telah dipindahkan ke desa-desa tenda sementara di provinsi Kunar.
Relokasi ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penduduk dari ancaman gempa susulan dan cuaca ekstrem menjelang musim dingin.
Pejabat lokal dari pemerintahan sementara Afghanistan, Najeebullah Hanif, menyatakan, “Mazar Darah adalah daerah yang paling parah terdampak, kehidupan di sana menjadi mustahil karena gempa susulan yang terus terjadi dan menyulitkan tim kami.”
Ia menambahkan, akses ke beberapa wilayah masih sangat sulit, sehingga bantuan dan kebutuhan pokok tidak dapat disalurkan secara langsung.
“Jadi kami telah memindahkan semua orang yang terdampak ke desa-desa tenda,” lanjut Hanif.
Relokasi ini dilakukan untuk menyediakan tempat aman bagi ribuan penyintas, meskipun kebutuhan mendesak lainnya, termasuk makanan, air bersih, dan perlengkapan musim dingin, masih sangat dibutuhkan.
Kondisi Terkini dan Bantuan Internasional
Hanif menekankan bahwa meskipun bantuan kemanusiaan dari beberapa negara telah tiba di Kunar, dukungan tambahan sangat diperlukan.
“Masyarakat membutuhkan tempat tinggal untuk melindungi mereka dari dingin karena musim dingin hanya tinggal beberapa minggu lagi,” ujarnya.
Lebih dari 8.000 rumah telah hancur akibat gempa, sebagian besar milik warga miskin yang tidak mampu membangun kembali rumah mereka tanpa dukungan internasional.
Pemerintah sementara, dengan bantuan PBB, telah menyediakan tenda, makanan, air minum bersih, dan layanan kesehatan darurat.
Bantuan udara juga dijatuhkan ke wilayah terpencil yang tidak bisa diakses melalui jalan darat.
Meski begitu, warga masih kekurangan pemanas gas dan peralatan dapur untuk menghadapi musim dingin, kata Abdul Wahid, seorang warga lokal di Kunar, Jumat (5/9).
Peringatan UNHCR dan Dampak Gempa
UNHCR memperingatkan bahwa ribuan penyintas tidur di tempat terbuka, terpapar cuaca ekstrem, dan sangat rentan terhadap risiko kesehatan saat musim dingin mendekat.
“Bantu kami menyediakan bantuan darurat dan tempat tinggal sekarang juga,” kata badan tersebut pada Jumat.
Gempa yang terjadi Minggu lalu telah menewaskan lebih dari 2.200 orang dan melukai sekitar 4.000 lainnya, menyebabkan kerusakan besar di provinsi Kunar dan memicu krisis kemanusiaan yang membutuhkan perhatian global.***