Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diguncang dua kali gempa bumi dalam rentang tiga menit pada Minggu (28/12/2025) pagi. Guncangan beruntun ini memicu kepanikan warga, terutama karena terjadi tak lama setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama berkekuatan magnitudo 4,6 terjadi pada pukul 09.11.34 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer timur laut Agam, dengan kedalaman 10 kilometer.
Empat menit berselang, gempa kedua kembali mengguncang wilayah yang sama pada pukul 09.15.46 WIB. Kali ini, kekuatannya meningkat menjadi magnitudo 4,7, dengan lokasi dan kedalaman yang identik.
Warga Sempat Mengira Gunung Marapi Meletus
Guncangan beruntun tersebut sempat membuat sebagian warga mengira Gunung Marapi mengalami erupsi. Getaran gempa yang menyerupai aktivitas vulkanik memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Saya pikir ini tanda letusan Marapi,” ujar Eni, warga Agam. Ia menuturkan, setiap kali Marapi beraktivitas, getaran yang dirasakan memang mirip dengan gempa bumi.
Hal senada disampaikan Joni (38), warga setempat. Awalnya ia menganggap guncangan pertama sebagai hal biasa karena tinggal di sekitar Marapi. “Tapi ketika gempa kedua datang tidak lama kemudian, saya langsung keluar rumah dan melihat ke arah gunung. Ternyata tidak ada letusan,” katanya.
Kepanikan Warga dan Laporan Kerusakan
Kepanikan juga dirasakan warga di wilayah Lubuk Basung. Afrida mengaku sempat bertahan di dalam rumah saat gempa pertama, namun langsung menyelamatkan diri ke luar rumah ketika gempa kedua terjadi.
“Kami khawatir rumah roboh, jadi langsung keluar,” ujarnya.
Kerusakan dilaporkan terjadi di Kecamatan Palembayan, khususnya pada rumah-rumah warga yang sebelumnya telah terdampak banjir bandang. Sejumlah bangunan mengalami retakan serius pada dinding dan struktur.
Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat, Muhammad Tsabit, yang sedang bertugas di posko banjir, menggambarkan situasi saat gempa terjadi sebagai mencekam.
“Warga sangat terkejut. Di sekitar posko, banyak dinding retak, bahkan ada yang hampir roboh. Beberapa tiang bangunan terlihat bengkok,” ungkapnya.
BPBD Lakukan Pendataan, Gempa Tak Berpotensi Tsunami
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan awal dan belum menerima laporan resmi terkait kerusakan bangunan dari pemerintah nagari.
BMKG menegaskan bahwa dua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Getaran dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat, termasuk Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Pasaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, dan Kota Padang.