JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Jumat malam, 16 Januari 2025, dan langsung menjadi perhatian warga setempat.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa seismik tersebut terjadi tepat pukul 20.41 WITA dengan pusat gempa berada di wilayah laut.
Pelaksana tugas Kepala BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman hanya dua kilometer.
“Jadi gempa itu terjadi dengan kedalaman dua kilometer dan tidak berpotensi tsunami,” ujar Nasrol dalam keterangannya. di Kota Palu, Jumat (26/1/2026).
BMKG merinci titik episenter gempa berada pada koordinat 1,40 derajat Lintang Utara dan 120,93 derajat Bujur Timur.
Lokasi pusat gempa tercatat sekitar 61 kilometer di sebelah utara Kabupaten Tolitoli, tepatnya di wilayah perairan.
Menurut analisis BMKG, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang memang kerap memicu gempa dangkal di kawasan Sulawesi Tengah.
“Gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” katanya.
Getaran gempa dirasakan warga Tolitoli dengan intensitas III hingga IV MMI, yang umumnya dirasakan nyata di dalam rumah.
Meski demikian, hingga laporan ini disusun, belum ditemukan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG juga memastikan bahwa pemantauan terkini belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan pascagetaran utama.
“Hingga saat ini hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan. Serta belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut,” ucap Nasrol.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta hanya mengakses informasi kebencanaan dari sumber resmi.
Warga juga diimbau untuk rutin memantau perkembangan aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG guna menghindari informasi menyesatkan.***