Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang sebagian wilayah kota terbesar Pakistan, Karachi, serta sejumlah kawasan di Provinsi Balochistan, Selasa (16/12) dini hari. Getaran yang terjadi sekitar pukul 00.51 waktu setempat itu sempat memicu kepanikan warga yang berlarian keluar rumah, meski tidak ada laporan korban jiwa maupun luka.
Departemen Meteorologi Pakistan mencatat pusat gempa berada di dekat Sonmiani, sebuah desa pesisir di tenggara Balochistan, sekitar 87 kilometer barat laut Karachi. Gempa terjadi pada kedalaman relatif dangkal, yakni sekitar 12 kilometer, sehingga guncangannya terasa cukup kuat di sejumlah wilayah.
Getaran dilaporkan dirasakan di berbagai kawasan Karachi, termasuk Clifton, Saddar, DHA Phase 8, Gulistan-e-Johar, PECHS, Shah Faisal Colony, dan Liaquatabad. Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan cukup keras selama beberapa detik.
Petugas Rescue 1122 memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat gempa tersebut. Namun, laporan sempat muncul terkait dugaan retakan pada sebuah bangunan hunian bernama Baba Arcade di kawasan Naya Abad Liaquat Colony, Lyari. Tim gabungan yang terdiri dari relawan Yayasan Edhi, polisi, pemadam kebakaran, dan personel penyelamat langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan.
Meski demikian, penghuni gedung membantah adanya kerusakan serius. Mereka menyatakan bangunan tetap aman dan menuding isu tersebut sebagai rumor yang disebarkan oleh pihak tertentu. Warga bahkan menyebut aktivitas di gedung tersebut tetap berjalan normal pascagempa.
Wilayah Balochistan memang dikenal rawan gempa karena berada di zona seismik aktif, tempat pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia. Selain itu, zona subduksi Makran di sepanjang pesisir Laut Arab juga kerap memicu aktivitas seismik, baik di daratan maupun lepas pantai.
Gempa ini menambah daftar rangkaian aktivitas seismik di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, gempa bermagnitudo 3,2 mengguncang kota Sibi, sementara pada November lalu gempa magnitudo 5,0 tercatat terjadi di dekat Ziarat.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti prosedur keselamatan gempa, sementara para ahli terus memantau potensi gempa susulan.
