Live Program Jelajah UHF Digital

Gempa Susulan Magnitudo 6,9 Guncang Mindanao Filipina

Mindanao, Filipina – Pada Senin (4/12/2023) pagi, gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6,9 terjadi di lepas pantai Filipina Selatan. Dilaporkan oleh CNA, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (AS), gempa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa yang kuat, semuanya terfokus di wilayah yang sama. Kejadian gempa pada Senin terjadi sebelum pukul 04.00 waktu setempat, pada kedalaman 30 km, sekitar 72 km Timur Laut, di Kota Hinatuan, Pulau Mindanao.

Gempa ini menjadi lanjutan dari gempa berkekuatan Magnitudo 6,6 pada hari Minggu (3/12/2023) dan gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 pada hari Sabtu (2/12/2023) di wilayah yang sama, yang menyebabkan peringatan tsunami. Dua orang setidaknya tewas dan beberapa lainnya terluka setelah gempa pada hari Sabtu, menurut pihak berwenang.

Lembaga Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengatakan gempa tektonik yang dirasakan di sebagian Pulau Mindanao dan Filipina tengah akan menimbulkan kerusakan. Lembaga ini telah mencatat lebih dari 500 gempa susulan hingga Minggu pagi, beberapa di antaranya berkekuatan lebih dari magnitudo 5 dan 6.

Allan Luna, petugas bencana di Kota Cagwait, menggambarkan gempa pada Senin sebagai singkat namun kuat. “Gempanya berlangsung sekitar enam detik, namun guncangannya cukup kuat,” ujar Luna. Malam sebelumnya, warga panik, tetapi pada pagi ini, karena sudah mengalami gempa serupa, mereka keluar dengan tenang selama sekitar satu jam.

Sersan Joseph Lambo dari polisi Hinatuan menyatakan bahwa gempa pada Minggu malam membuat orang-orang kembali keluar rumah karena kepanikan akibat gempa sebelumnya. Pada Sabtu, gempa tersebut memicu peringatan tsunami di wilayah Pasifik dan menyebabkan evakuasi di sepanjang pantai Timur Mindanao.

Meskipun ada retakan tembok, kerusakan rumah, dan keruntuhan atap, belum ada laporan kerusakan besar, kata pejabat bencana setempat. Dua orang tewas akibat robohnya tembok di Kota Bislig dan seorang wanita hamil meninggal di Kota Tagum.

Dua orang lainnya luka ringan di Kota Tandag. Lembaga seismologi Filipina awalnya memperingatkan tentang tsunami setelah gempa Sabtu, namun tidak terjadi gelombang merusak, dan peringatan tersebut kemudian dicabut.

Bulan lalu, gempa lepas pantai berkekuatan magnitudo 6,8 yang melanda sekitar 34 km barat laut kota Sarangani dengan kedalaman 72 km, menyebabkan sedikitnya sembilan kematian, menurut pihak berwenang Filipina.

Filipina yang merupakan negara kepulauan sering mengalami aktivitas seismik karena lokasinya di sepanjang “Cincin Api” Pasifik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *