JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang kawasan laut 207 kilometer barat laut Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa 3 Februari 2026 pukul 09.50.45 WIB, namun dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Menurut data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 6,63 derajat Lintang Selatan dan 130,00 derajat Bujur Timur.
Pusat gempa di kedalaman hiposenter mencapai 199 kilometer sehingga digolongkan sebagai gempa berkedalaman menengah yang guncangannya umumnya terasa lemah hingga sedang di permukaan.
Dengan episenter yang jauh di laut lepas dan kedalaman yang cukup besar, energi getaran lebih banyak teredam di dalam lapisan bumi, sehingga meski magnitude mencapai di atas 5,0, guncangan dirasakan relatif singkat dan tidak cukup kuat untuk memicu kerusakan signifikan di daratan terdekat.
BMKG menegaskan parameter gempa terkini ini masih dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data seismik tambahan.
Namun masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi dari kanal resmi, dan tidak mudah percaya pada kabar atau gambar yang tidak jelas sumbernya yang beredar di media sosial.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada informasi kerusakan maupun korban jiwa dari wilayah Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya.
Meski demikian, warga di kawasan pesisir dan bangunan bertingkat tetap dianjurkan mengecek kondisi bangunan serta memastikan jalur evakuasi dalam keadaan aman guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil.
Kawasan Tanimbar dan sekitarnya dikenal sebagai salah satu zona tektonik aktif di Indonesia bagian timur yang kerap dilanda gempa bumi menengah hingga kuat akibat interaksi lempeng di Laut Banda.
Sehingga kejadian hari ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana geologi di kawasan tersebut.
Contoh langkah sederhana yang dapat dilakukan warga antara lain menyimpan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, air minum, senter, dan perlengkapan darurat lain.
Lalu memahami titik kumpul di luar bangunan, serta melatih anggota keluarga untuk melakukan prosedur lindungi-kepala, berlindung di bawah meja kokoh, dan menjauh dari kaca saat guncangan terjadi.***