JAKARTA – Kelompok Generasi Z (Gen Z) tercatat sebagai segmen usia dengan tingkat kepuasan paling tinggi terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut terungkap dalam survei nasional terbaru Indikator Politik Indonesia yang menyoroti respons publik terhadap kebijakan pemerintah terkini.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor dominan yang membentuk persepsi positif generasi muda terhadap pemerintahan Prabowo karena dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar.
Peneliti utama sekaligus pendiri Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menegaskan bahwa peta kepuasan publik jika dibedah berdasarkan generasi menempatkan Gen Z di posisi teratas.
“Kalau kita lihat berdasarkan generasi, Gen Z itu yang paling tinggi tingkat kepuasannya,” ujar Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil surveinya secara daring, Minggu (8/2).
Burhanuddin menjelaskan bahwa mayoritas responden Gen Z yang menyatakan puas secara konsisten menyebut Program Makan Bergizi Gratis sebagai alasan utama dukungan mereka.
“Dan ketika ditanya apa yang membuat mereka puas, salah satu yang paling sering disebut itu adalah Program Makan Bergizi Gratis,” kata Burhanuddin.
Ia menilai Program MBG dipahami sebagai kebijakan yang konkret, sederhana, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari generasi muda karena manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.
“Bagi Gen Z, program yang sederhana, jelas, dan dampaknya langsung itu lebih diapresiasi,” ujarnya.
Selain MBG, Generasi Z juga menilai positif langkah pemerintah dalam agenda pemberantasan korupsi serta keberlanjutan berbagai program bantuan sosial sepanjang tahun 2025.
“Ada juga faktor pemberantasan korupsi dan bantuan-bantuan pemerintah yang turut memperkuat kepuasan mereka terhadap kinerja Presiden,” kata Burhanuddin.
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tercatat mencapai 79,9 persen, mencerminkan penerimaan yang kuat setelah lebih dari satu tahun masa pemerintahan berjalan.
Survei nasional Indikator Politik Indonesia ini dilaksanakan pada periode 15–21 Januari 2026 atau sekitar satu tahun tiga bulan sejak Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang dipilih menggunakan metode simple random sampling.
Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.***