KAIRO, MESIR – Mesir membuka Grand Egyptian Museum (GEM) pada 1 November 2025. Perdana Menteri Mostafa Madbouly mengumumkan jadwal pembukaan museum terbesar di dunia itu dalam rapat Kabinet di Ibu Kota Administratif Baru, menegaskan kesiapan Mesir menampilkan warisan peradaban kunonya ke panggung global.
Awalnya direncanakan meluncur pada 3 Juli 2025, jadwal pembukaan mundur akibat ketegangan militer di Timur Tengah, khususnya konflik antara Israel dan Iran. Penundaan ini memungkinkan pemerintah Mesir menyempurnakan persiapan, termasuk koordinasi lintas kementerian untuk memastikan situs budaya seluas 490.000 meter persegi itu siap menyambut pengunjung global.
Terletak hanya beberapa langkah dari Piramida Giza, GEM dirancang oleh firma arsitektur terkemuka Heneghan Peng Architects. Museum ini bukan sekadar galeri artefak; ia menawarkan pemandangan langsung ke salah satu keajaiban dunia tujuh, lengkap dengan laboratorium konservasi mutakhir, ruang pameran interaktif, dan fasilitas edukasi yang mendalam. Desainnya yang futuristik bertujuan merevitalisasi identitas Mesir sebagai pusat wisata budaya, dengan penekanan pada narasi sejarah yang hidup melalui teknologi modern.
Harta Karun Tutankhamun & Ribuan Artefak Kuno
Yang membuat GEM begitu istimewa adalah koleksi lengkap harta karun Firaun Tutankhamun—sekitar 5.000 benda emas, perhiasan, dan furnitur makam yang ditemukan pada 1922 oleh arkeolog Inggris **Howard Carter**. Untuk pertama kalinya, pengunjung bisa menyaksikan seluruh rangkaian ini dalam satu lokasi, tanpa harus tersebar di berbagai museum seperti Museum Mesir di Kairo.
Tak berhenti di situ, GEM akan memamerkan lebih dari 100.000 artefak Mesir Kuno lainnya, termasuk patung raksasa Ramses II setinggi 3.200 tahun yang menjadi simbol kekuasaan Firaun. Koleksi ini mencakup benda-benda monumental dari era Dinasti Baru hingga Ptolemaik, memberikan gambaran komprehensif tentang salah satu peradaban tertua di Bumi.
“Persiapan untuk pembukaan museum berjalan lancar,” ujar Madbouly, seperti dilansir dari Travel and Tour World. Pembukaan dirancang sebagai peristiwa megah yang bakal mencuri perhatian media internasional.
“Semua kementerian terkait telah mulai bekerja di museum dan area sekitarnya untuk memastikan semua persiapan telah rampung untuk menyambut tamu,” tambah pernyataan resmi.
Acara tersebut akan dihadiri tokoh-tokoh dunia terkemuka, disertai program budaya yang merayakan kekayaan sejarah Mesir—dari pertunjukan tari tradisional hingga seminar arkeologi interaktif.
Pariwisata Mesir Melambung Tinggi
Lebih dari sekadar situs wisata, GEM diproyeksikan sebagai katalisator pemulihan sektor pariwisata Mesir pasca-pandemi. Pemerintah menargetkan 18 juta wisatawan mancanegara pada 2025, naik signifikan dari tahun sebelumnya. Kontribusi pariwisata ke PDB diprediksi mencapai 1,5 triliun Pound Mesir (sekitar Rp503 triliun), melonjak dari 1,4 triliun Pound Mesir (Rp469 triliun) di 2024.
Upaya ini didukung infrastruktur masif, termasuk penambahan 40.000 kamar hotel baru tahun ini. GEM tak hanya menarik pecinta sejarah, tapi juga mendorong tur tematik ke situs-situs kuno seperti Luxor dan Aswan, memperkuat posisi Mesir sebagai destinasi budaya nomor satu di Afrika Utara.
Dengan pembukaan ini, Mesir tak hanya melestarikan masa lalunya, tapi juga membangun masa depan ekonomi yang berkelanjutan. Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan, tiket masuk GEM mulai dari harga terjangkau, dengan opsi tur virtual untuk akses awal.