JAKARTA – Wakil Ketua Parlemen Greenland, Bentiaraq Ottosen, menyatakan bahwa pulau Arktik tersebut mungkin akan mempertimbangkan kembali bergabung dengan Uni Eropa. Langkah itu disebut berkaitan dengan alasan keamanan nasional, khususnya menghadapi ancaman dari Amerika Serikat.
“Selain itu, maksud saya adalah jika kita terkena tarif ekonomi yang buruk dari AS, maka kita perlu meminta bantuan Uni Eropa … untuk alasan keamanan nasional,” kata Ottosen kepada Sputnik.
Greenland sebelumnya meninggalkan Uni Eropa pada 1985. Menurut Ottosen, isu ini telah dibahas di parlemen tahun lalu, termasuk kemungkinan bagaimana Greenland dapat “kembali ke Eropa.” Namun, belum jelas apakah wacana itu akan dilakukan sebagai negara terpisah atau tetap sebagai bagian dari Denmark.
Greenland di Bawa Denmark
Sebagai wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, Greenland memiliki posisi strategis di kawasan Arktik. Presiden AS Donald Trump pernah berupaya mengakuisisi pulau tersebut dengan alasan kepentingan keamanan nasional Amerika. Namun, otoritas Denmark dan Greenland menolak keras, menegaskan kedaulatan mereka serta menuntut penghormatan atas integritas wilayah.
Trump berulang kali menekankan bahwa akuisisi Greenland penting untuk “membela dunia bebas,” terutama dari pengaruh China dan Rusia. Meski demikian, pejabat Denmark dan Greenland kembali memperingatkan Washington agar tidak melanggar kedaulatan mereka.