JAKARTA– Tunggal putri andalan Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kembali menapakkan kaki di babak perempat final turnamen bulu tangkis China Open 2025, namun lawan tangguh dari tuan rumah siap menghadangnya.
Kepercayaan dirinya masih belum sepenuhnya pulih pasca cedera, meski hasil kemenangan di babak 16 besar turnamen BWF Super 1000 ini menunjukkan sinyal positif.
Pada Kamis (24/7), pebulu tangkis yang dikenal dengan sapaan Jorji itu menundukkan wakil Taiwan Lin Hsiang Ti dengan kemenangan dua gim langsung, 21-13 dan 21-14.
Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, kemenangan ini menjadi tiket penting Jorji untuk melaju ke fase delapan besar.
Meski hasilnya memuaskan, Jorji tetap menilai penampilannya belum maksimal. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus hingga poin-poin akhir pertandingan.
“Pastinya bersyukur banget bisa kembali ke perempat final mengingat beberapa waktu lalu saya untuk kembali ke latihan saja terasa sangat berat.”
Tapi saya merasa tidak puas dengan ini, besok saya mau lebih maksimal,” ujar Gregoria dalam pernyataan resminya dari Jakarta.
Performa Gregoria dalam laga tersebut memang cukup stabil, namun ia mengakui masih sering kehilangan konsentrasi pada momen-momen krusial.
“Saya masih harus meningkatkan fokus di poin-poin akhir. Tadi saya banyak kehilangan poin setelah menyentuh angka 20. Ini bisa merugikan saya bila terjadi lagi,” jelasnya lebih lanjut.
Tantangan Berat di Perempat Final
Pertarungan sesungguhnya baru akan dimulai di babak perempat final, saat Jorji berhadapan dengan Han Yue, wakil unggulan tuan rumah yang tengah dalam performa menanjak.
Han Yue melaju ke delapan besar usai mengalahkan rekan senegaranya Qian Xi Han lewat pertarungan tiga gim, 19-21, 21-15, 21-11.
Dalam ranking dunia BWF, posisi Han Yue (3) jauh lebih unggul dibanding Gregoria yang saat ini duduk di peringkat 8 dunia.
Statistik head-to-head pun memperlihatkan ketimpangan: dari sembilan pertemuan, Jorji hanya mampu menang empat kali.
Dua laga terakhir ia kalah dari Han Yue termasuk di perempat final All England 2025, dua gim langsung 15-21 dan 17-21.
Langkah Menuju Kebangkitan Pasca Cedera
Capaian Jorji di China Open ini menjadi sinyal kebangkitan setelah hasil mengecewakan di Jepang Open 2025, di mana ia harus terhenti di babak pertama.
Cedera pinggang yang sempat memaksanya rehat cukup panjang jelas memberi pengaruh besar terhadap ritme permainannya.
Namun kini, ia berusaha tampil lebih kompetitif, memperbaiki konsistensi, dan mempersiapkan mental untuk laga berat melawan Han Yue.
Pertemuan ini bukan hanya soal tiket ke semifinal, tapi juga ujian karakter dan daya juang Gregoria sebagai andalan tunggal putri Indonesia.***