CIKAMPEK – Satu minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, kondisi lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek, khususnya sekitar KM 57 hingga Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, masih terkendali dengan status ramai lancar. Pantauan hingga Sabtu (14/3/2026) siang menunjukkan belum terjadi kepadatan parah atau kemacetan yang mengganggu perjalanan pemudik.
Kendaraan yang mendominasi arus menuju arah timur mayoritas berasal dari pelat nomor B, yakni mobil pribadi dari Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, terlihat pula bus Trans Jawa serta truk bermuatan yang melintas di jalur tersebut. Pada periode pagi hingga pukul 10.30 WIB, volume lalu lintas di GT Cikampek Utama tercatat sekitar 2.200 kendaraan per jam, angka yang masih dalam kategori ramai lancar menurut Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menyatakan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow akan segera diterapkan jika volume kendaraan mencapai sekitar 5.500 kendaraan per jam. Skema ini memanfaatkan sebagian lajur dari arah Jawa Tengah atau Jawa Barat menuju Jakarta untuk mengalirkan kendaraan ke arah sebaliknya guna mengurai potensi kepadatan.
Jika lonjakan kendaraan lebih ekstrem hingga mencapai 8.000 kendaraan per jam, polisi akan mengaktifkan sistem satu arah (one way) nasional untuk mengendalikan arus mudik puncak yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Untuk mendorong pemudik berangkat lebih awal dan mendistribusikan volume kendaraan, PT Jasa Marga memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen di sembilan ruas tol strategis pada 15–16 Maret 2026 (H-6 hingga H-5 Lebaran). Potongan ini berlaku khusus untuk perjalanan jarak jauh dengan pembayaran non-tunai, termasuk di ruas Trans Jawa, dan bertujuan mengurangi penumpukan kendaraan pada hari-hari puncak.
Secara keseluruhan, arus lalu lintas di kawasan KM 57 Tol Jakarta–Cikampek hingga kini berjalan terkendali tanpa hambatan berarti. Pihak pengelola jalan tol bersama kepolisian terus mengimbau pemudik untuk memeriksa kelaikan kendaraan serta kondisi fisik pengemudi sebelum memulai perjalanan jauh guna menjaga keselamatan dan kelancaran selama periode mudik Lebaran 2026.