JAKARTA – Lewis Hamilton menghadapi banyak kemunduran pada musim debutnya bersama tim merah. Penurunan performa yang berkelanjutan bahkan sempat membuat juara dunia tujuh kali itu meragukan kemampuannya sendiri di siaran televisi.
Mantan pemenang beruntun tersebut jelas kesulitan menerima nasibnya, dan para penggemar maupun pengamat Grand Prix turut merasakan penderitaannya.
Memasuki jeda musim dingin setelah final di Abu Dhabi, Hamilton mengaku lega. Ia menggunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi musim baru dengan regulasi yang berubah. Hasilnya, ia tampil lebih percaya diri.
“Ini terasa sangat berbeda dari tahun pertama. Rasanya jauh lebih baik karena saya sekarang telah mengalami satu tahun penuh bersama tim dan memahami budaya di sini,” ujarnya di paddock Melbourne, dilansir dari Speedweek, Kamis (5/3/2026).
Hamilton menambahkan, “Saya merasa hebat, kondisi fisik saya juga bagus dan sebagai tim kami berada dalam situasi yang baik – saya merasa jauh lebih terintegrasi dan karena itu jauh lebih bahagia.”
Ia mengakui sempat kehilangan jati diri, namun kini kembali menemukan semangatnya. “Ini akan menjadi musim ke-20 saya dan sama sekali tidak terasa seperti itu. Saya merasa segar dan seperti berusia 18 tahun,” kata pemenang 105 Grand Prix itu.
Kepercayaan diri Hamilton didukung latihan intensif sejak Natal. Ia tidak menutup ambisinya: “Saya ingin memenangkan gelar, semua orang di Formula 1 memiliki tujuan itu. Dan ini tentang memanfaatkan setiap kesempatan yang datang kepada kita. Saya harap kita bisa bersaing di grup teratas.”