Musim debut Lewis Hamilton bersama Ferrari terus menghadapi tantangan berat. Pada sesi kualifikasi sprint Formula 1 di Sirkuit Internasional Lusail, Jumat (28/11/2025) malam, juara dunia tujuh kali itu tersingkir lebih awal di segmen pertama (SQ1) dan hanya menempati posisi ke-18 untuk sprint race hari Sabtu.
Pembalap berusia 40 tahun tersebut finis hampir sembilan persepuluh detik di belakang pole-sitter Oscar Piastri, serta empat persepuluh detik di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc, yang berhasil mengamankan posisi kesembilan.
Hamilton kehilangan empat persepuluh detik hanya pada sektor pertama lap terakhirnya—dan rasa frustrasinya terdengar jelas melalui radio tim:
“Ah man, mobilnya tidak bisa lebih cepat lagi.”
Terulang Kedua Kalinya Berturut-turut
Hasil buruk di Qatar ini menjadi eliminasi Q1 kedua Hamilton secara beruntun, setelah sebelumnya start dari posisi ke-20 di Las Vegas—hasil kualifikasi terburuk sepanjang 19 tahun kariernya di F1. Itu menjadi kali pertama ia memulai balapan dari posisi terakhir berdasarkan kecepatan murni.
Saat diwawancara Sky Sports F1, Hamilton menjawab singkat ketika ditanya soal performa mobil:
“Sama seperti biasa.”
Saat ditanya apakah setup sayap downforce tinggi memberikan peningkatan:
“Tidak, jelas tidak.”
Satu-satunya komentar positifnya soal akhir pekan ini hanyalah:
“Cuacanya bagus.”
Ferrari Masih Berjuang
Di sisi lain, Leclerc berhasil melaju hingga SQ2 dan start dari posisi sembilan, meski juga kesulitan mengekstrak performa maksimal dari SF-25.
Perbedaan hasil ini menunjukkan betapa sulitnya Hamilton beradaptasi dengan mobil Ferrari musim ini. Saat ini, Hamilton duduk di peringkat enam klasemen dengan selisih lebih dari 60 poin dari Leclerc.
Hamilton kini menghadapi tugas berat pada sprint 19 lap hari Sabtu, memulai balapan dari belakang Lance Stroll dan Liam Lawson. Sementara Pierre Gasly (Alpine) dan Franco Colapinto akan memulai dari baris terakhir.