WASHINGTON DC — Survei terbaru dari lembaga Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat menolak langkah militer terhadap Iran. Hasil polling yang ditutup Minggu (1/3/2026) memperlihatkan hanya sekitar 27 persen responden yang menyatakan dukungan terhadap serangan gabungan AS dan Israel ke Iran.
Sebaliknya, sekitar 43 persen responden menyatakan tidak setuju dengan aksi militer tersebut, sementara 29 persen lainnya menyatakan belum yakin. Sebagian besar peserta survei mengatakan mereka telah mendengar setidaknya sedikit tentang serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).
Polling itu juga mengungkap pandangan warga terhadap gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump. Sebanyak 56 persen mengatakan Trump terlalu cepat menggunakan kekuatan militer untuk mengamankan kepentingan AS. Pendapat ini didominasi oleh pendukung Partai Demokrat, tetapi juga didukung sebagian oleh pendukung Partai Republik dan responden independen.
Sebanyak 45 persen responden menyatakan dukungan mereka terhadap serangan militer bisa berkurang jika konflik menyebabkan harga minyak atau bensin di AS meningkat. Sementara itu, meskipun lebih dari separuh pendukung Partai Republik menyatakan setuju dengan serangan, sebagian dari mereka mengaku akan mencabut dukungan jika operasi militer berdampak pada keselamatan pasukan AS di kawasan.