JAKARTA – Timnas Iran nyaris mencatat salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Belgia pada laga Grup G di Los Angeles, Amerika Serikat.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang tersebut, Iran sebenarnya sempat membobol gawang Belgia melalui aksi penyerang andalan Mehdi Taremi pada menit 25, Senin (22/6/2026) pagi WIB.
Namun gol itu akhirnya dianulir wasit setelah tinjauan teknologi offside menunjukkan posisi tubuh sang pemain berada sedikit melewati garis pertahanan lawan.
Hasil seri melawan Belgia tetap menjadi pencapaian penting bagi Iran karena membuka peluang besar untuk lolos ke babak 32 besar menjelang laga terakhir fase grup melawan Mesir.
Gol Cerdik yang Berujung Kekecewaan
Iran tampil penuh semangat menghadapi salah satu kekuatan sepak bola Eropa tersebut.
Mereka bahkan mendapatkan keuntungan saat Belgia harus bermain dengan 10 pemain setelah bek Nathan Ngoy menerima kartu merah pada seperempat akhir pertandingan.
Sebelum itu, Iran sempat membuat ribuan pendukungnya di Stadion Los Angeles bersorak melalui sebuah skema tendangan bebas yang sangat kreatif.
Alih-alih mengirim bola lambung ke dalam kotak penalti, pemain Iran melakukan umpan pendek mendatar ke arah Mehdi Taremi yang berdiri di depan pertahanan Belgia.
Tanpa ragu, Taremi melepaskan tendangan keras yang sukses menggetarkan jala gawang Belgia.
Sorak-sorai pendukung Iran langsung menggema di stadion karena gol tersebut berpotensi menjadi salah satu gol paling bersejarah bagi negara mereka di ajang Piala Dunia.
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama.
Offside karena Bagian Tubuh yang Menonjol
Setelah dilakukan pemeriksaan melalui teknologi VAR dan sistem offside semi-otomatis, wasit memutuskan gol tersebut tidak sah.
Menariknya, posisi kedua kaki Taremi sebenarnya masih berada di belakang bek terakhir Belgia.
Akan tetapi, bagian belakang tubuh penyerang berusia 33 tahun itu sedikit melewati garis offside yang ditentukan sistem.
Situasi unik tersebut membuat gol Iran harus dibatalkan meskipun secara kasat mata Taremi terlihat berada dalam posisi aman.
“Gol itu hanya dipisahkan oleh detail yang sangat tipis, tetapi aturan offside tetap harus diterapkan,” menjadi gambaran situasi yang membuat Iran kehilangan peluang emas untuk unggul atas Belgia.
Peluang Lolos Masih Terbuka
Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang melawan Belgia tetap menempatkan Iran dalam posisi menguntungkan di Grup G.
Pada pertandingan terakhir fase grup, Iran akan menghadapi Mesir dengan peluang besar untuk melangkah ke babak 32 besar.
Satu poin tambahan berpotensi cukup untuk mengamankan tiket ke fase gugur, tergantung hasil pertandingan lain di grup tersebut.
Jika mampu mengalahkan Mesir, Iran bahkan berpeluang merebut posisi puncak klasemen dari Belgia apabila hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka.
Fokus ke Laga Penentuan
Penampilan disiplin dan semangat juang tinggi yang ditunjukkan Iran saat menghadapi Belgia menjadi modal berharga menjelang duel melawan Mesir.
Meskipun harus menerima kenyataan pahit akibat gol yang dianulir karena offside sangat tipis, skuad Iran tetap memiliki kesempatan menorehkan sejarah baru dengan melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.***