JAKARTA – Juventus dikabarkan tengah menggoda winger eksplosif Everton, Iliman Ndiaye.
Namun ambisi raksasa Serie A itu langsung terbentur tembok tebal setelah klub Premier League tersebut menegaskan tidak akan melepas bintang asal Senegal itu dalam waktu dekat.
Performa gemilang Iliman Ndiaye di awal musim menjadi magnet bagi banyak klub elite Eropa.
Termasuk Juventus yang menaruh minat besar setelah pemantauan intensif terhadap sang pemain sejak September lalu.
Menurut laporan TuttoJuve, kecepatan, teknik cemerlang, dan kemampuan menciptakan peluang menjadikan Ndiaye sebagai aset berharga di Goodison Park.
Hal ini membuat Everton tak mau ambil risiko kehilangan salah satu motor serangan andalan mereka.
Pemain berusia 25 tahun itu baru kembali ke Inggris musim lalu setelah sempat memperkuat Marseille.
Kini menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Everton yang sedang berupaya bangkit di papan tengah Premier League.
Pelatih anyar Juventus, Luciano Spalletti, disebut sangat mendambakan tambahan tenaga di sektor sayap, terutama pemain yang bisa menghadirkan warna baru di lini depan Bianconeri yang masih kerap bermain terlalu direct.
Spalletti menilai Iliman Ndiaye sebagai sosok ideal berkat gaya bermainnya yang dinamis, fleksibel, dan mampu menghidupkan kreativitas serangan lewat pergerakan tanpa bola yang sulit diprediksi.
Namun, harapan Juventus sepertinya bakal kandas lebih cepat dari perkiraan, sebab manajer Everton, David Moyes, secara tegas menegaskan tidak akan melepas pemain kuncinya di tengah proyek pembangunan tim yang sedang berjalan.
Apalagi, kontrak Ndiaye bersama Everton masih berlaku hingga Juni 2029, membuat posisi The Toffees sangat kuat dalam menolak tawaran apa pun yang datang dari luar Inggris.
Dengan kontrak panjang dan performa konsisten, peluang Juventus untuk merekrut Ndiaye di bursa transfer terdekat nyaris mustahil, meski sumber internal klub Turin menyebut minat itu belum benar-benar padam.
Jika pun ada peluang, langkah konkret kemungkinan baru akan terlihat di masa depan, tergantung apakah Everton bersedia membuka ruang negosiasi dalam proyek jangka panjangnya.***
