Mantan Sekretaris Negara AS, Hillary Clinton, akhirnya buka suara setelah menjalani pemeriksaan maraton di hadapan komite kongres terkait skandal mendiang predator seksual, Jeffrey Epstein. Dalam pernyataannya, Hillary menegaskan bahwa dirinya “sama sekali tidak tahu” mengenai kejahatan Epstein, sembari melemparkan tantangan panas agar para anggota dewan memeriksa Donald Trump di bawah sumpah.
“Saya ingin kebenaran terungkap,” ujar Hillary setelah memberikan kesaksian tertutup selama berjam-jam pada hari Kamis waktu setempat.
Drama Pemanggilan dan Kesaksian Rahasia
Awalnya, pasangan Clinton sempat melawan panggilan subpoena (panggilan paksa) dari panel tersebut dan menyebutnya sebagai motif politik belaka. Namun, di bawah bayang-bayang ancaman pidana penghinaan terhadap Kongres (contempt of Congress), mereka akhirnya setuju untuk bersaksi. Suaminya, mantan Presiden Bill Clinton, dijadwalkan akan memberikan kesaksian pada hari Jumat ini.
Setelah dicecar selama enam jam oleh Komite Pengawasan DPR, Hillary mengaku kecewa karena proses tersebut dilakukan secara tertutup. “Saya kecewa kesaksian ini tidak dipublikasikan, sehingga saya tidak perlu berdiri di sini untuk menjelaskan kembali kepada Anda semua,” sindirnya kepada awak media.
Tantangan untuk Donald Trump
Hillary tidak hanya bertahan, ia juga melancarkan serangan balik. Ia mengkritik anggota komite dari Partai Republik karena dianggap tebang pilih.
Menurutnya, mereka tidak menanyakan pertanyaan serupa kepada tokoh-tokoh lain yang pernah bersinggungan dengan Epstein atau asistennya, Ghislaine Maxwell—terutama Donald Trump.
Dalam pernyataan pembuka yang ia rilis melalui platform X, Hillary menegaskan batasan hubungannya dengan lingkaran Epstein:
“Saya tidak tahu apa pun soal aktivitas kriminal mereka. Seingat saya, saya bahkan tidak pernah bertemu dengan Tn. Epstein. Saya tidak pernah terbang dengan pesawatnya, atau mengunjungi pulau, rumah, maupun kantornya. Tidak ada yang bisa saya tambahkan.”
Bayang-bayang Masa Lalu Bill Clinton
Di sisi lain, Bill Clinton secara konsisten menyatakan telah memutus hubungan dengan Epstein sejak dua dekade lalu. Ia mengklaim interaksi mereka hanya sebatas pekerjaan amal setelah masa kepresidenannya berakhir. Bill menyatakan penyesalan mendalam pernah dikaitkan dengan sang taipan yang tewas di penjara New York pada 2019 tersebut.
Meski begitu, baik keluarga Clinton maupun Donald Trump tetap membantah keras adanya keterlibatan atau kesalahan apa pun dalam jaringan gelap yang dijalankan oleh Epstein.