JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan mendalam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, `@prabowo`, Kepala Negara menegaskan komitmen bangsa untuk terus mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” tulis Presiden Prabowo dalam unggahan yang menampilkan latar belakang Istana Merdeka berhiaskan tulisan peringatan HUT ke-81 RI.
Pesan kemerdekaan tersebut disampaikan usai Presiden Prabowo memimpin Upacara Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (16/8/2026) malam.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo berjalan menuju tempat upacara dengan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Rangkaian upacara khidmat tersebut juga dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo meletakkan karangan bunga sebagai penanda penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah gugur. Ia kemudian memimpin secara langsung momen mengheningkan cipta untuk mendoakan arwah para pejuang kemerdekaan.
“Marilah kita menundukkan kepala kita, mengenang jasa dan arwah para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raganya untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia. Mengheningkan cipta, mulai,” pimpin Prabowo di hadapan para peserta upacara.
Usai penghormatan terakhir yang dipimpin oleh komandan upacara, rangkaian kegiatan berakhir secara khidmat. Sebelum meninggalkan TMPNU Kalibata, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa dan menyalami para peserta upacara yang berada di barisan depan.
Puncak Peringatan di Istana Merdeka dan Imbauan Sikap Sempurna
Memasuki puncak Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026), Presiden Prabowo dijadwalkan bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Rangkaian agenda peringatan diawali dengan prosesi Kirab Pengantaran Bendera Pusaka dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka. Sementara itu, Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB.
Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air untuk menghentikan aktivitas sejenak selama tiga menit, yakni pada pukul 10.17 hingga 10.20 WIB. Masyarakat diminta berdiri tegap saat lagu kebangsaan *Indonesia Raya* berkumandang dan Bendera Merah Putih dikibarkan.
“Pada tanggal 17 Agustus 2026, pukul 10.17 s.d. 10.20 WIB, segenap masyarakat di seluruh Indonesia diimbau menghentikan aktivitasnya sejenak untuk berdiri tegap saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang serta Bendera Sang Merah Putih di Halaman Istana Merdeka dikibarkan,” tegas Prasetyo Hadi.
Prasetyo menambahkan, imbauan penghentian aktivitas ini dikecualikan bagi masyarakat dengan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan diri maupun orang lain jika dihentikan, termasuk sektor pelayanan publik yang tidak dapat ditinggalkan.
Guna mendukung kelancaran imbauan nasional tersebut, Mensesneg meminta jajaran TNI dan Polri di setiap daerah untuk membunyikan sirine atau penanda suara lainnya sesaat sebelum lagu Indonesia Raya digemakan.
Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI
Peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini dirancang secara semarak dengan melibatkan hampir 10.000 tamu undangan dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara, mantan presiden dan wakil presiden, pimpinan lembaga, hingga masyarakat umum yang terbagi dalam dua sesi kehadiran (upacara pengibaran dan penurunan bendera).
Sebagai penutup rangkaian puncak, Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB, sebelum Bendera Pusaka dikembalikan menuju Monas.
Pihak Istana juga menyuguhkan beragam hiburan menarik bagi para tamu dan masyarakat, termasuk pertunjukan seni budaya serta atraksi udara (flypass) memukau yang menghadirkan 81 pesawat TNI Angkatan Udara, termasuk penampilan dua unit jet tempur modern Rafale.



