JAKARTA – Setiap 5 Oktober diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tahun ini, TNI genap berusia 81 tahun.
Namun, perjalanan TNI tidak langsung dimulai dengan nama Tentara Nasional Indonesia. Cikal bakalnya sudah muncul sejak awal kemerdekaan melalui sejumlah perubahan organisasi, mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), hingga Tentara Republik Indonesia (TRI).
Berawal dari BKR
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah membutuhkan organisasi yang dapat menjaga keamanan di tengah situasi yang masih belum stabil.
Pada 22 Agustus 1945, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat atau BKR. Organisasi ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kekuatan pertahanan Indonesia setelah merdeka.
Seiring meningkatnya ancaman terhadap kemerdekaan, kebutuhan akan organisasi militer yang lebih terstruktur semakin besar. BKR kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
TKR Dibentuk pada 5 Oktober 1945
Pada 5 Oktober 1945, pemerintah membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Tanggal inilah yang kemudian menjadi dasar peringatan Hari TNI setiap 5 Oktober.
TKR dibentuk ketika Indonesia masih menghadapi situasi keamanan yang penuh gejolak. Pasukan Indonesia harus mempertahankan kemerdekaan sekaligus menghadapi kedatangan pasukan Sekutu dan upaya Belanda untuk kembali menguasai Indonesia.
Dalam perkembangannya, TKR kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah membentuk organisasi tentara yang lebih teratur dan sesuai dengan prinsip kemiliteran.
TRI Resmi Menjadi TNI
Perjalanan pembentukan tentara nasional berlanjut hingga akhirnya pemerintah berusaha menyatukan TRI dengan berbagai badan perjuangan bersenjata yang ada pada masa itu.
Pada 3 Juni 1947, Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pembentukan tersebut menyatukan TRI sebagai tentara reguler dengan berbagai badan perjuangan rakyat ke dalam satu organisasi.
Sejak saat itu, TNI menjadi bagian penting dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia. Pada masa Perang Kemerdekaan 1945-1949, TNI menghadapi berbagai tantangan, termasuk Agresi Militer Belanda serta berbagai konflik bersenjata di dalam negeri.
Pernah Bernama ABRI
Sejarah TNI kembali mengalami perubahan pada era berikutnya.
Pada 1962, unsur Angkatan Perang Republik Indonesia dan Kepolisian Negara digabungkan dalam satu organisasi bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Nama ABRI kemudian digunakan selama masa Orde Baru. Setelah memasuki era Reformasi, TNI dan Polri kembali dipisahkan.
Sejak pemisahan tersebut, institusi militer Indonesia kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI).
HUT ke-81 TNI Tahun 2026
Memasuki usia ke-81, TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini dipusatkan di Mabes TNI, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Selain upacara, rangkaian peringatan juga diisi parade dan defile pasukan serta alat utama sistem senjata (alutsista). TNI menyebut puncak peringatan melibatkan 81 Satuan Setingkat Batalyon (SSB) dan menampilkan 520 unit alutsista serta kendaraan.
Dengan perjalanan yang dimulai dari BKR hingga menjadi TNI, 5 Oktober bukan sekadar peringatan ulang tahun. Tanggal tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi pertahanan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. (ACH)