JAKARTA — Timnas Indonesia dituding mendapat “jalan mulus” menuju final FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam Tuoi Tre mempertanyakan kemenangan dramatis Garuda atas Bangladesh yang membuat Malaysia tersingkir di detik-detik akhir.
Sorotan itu mencuat setelah Indonesia secara dramatis memastikan diri sebagai juara Grup A dengan menyingkirkan Malaysia pada laga terakhir. Tuoi Tre secara khusus mempertanyakan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dalam laporan yang terbit Minggu (4/10/2026), media Vietnam tersebut mengangkat anggapan bahwa status Indonesia sebagai tuan rumah serta sejumlah kejadian di lapangan menjadi alasan munculnya dugaan keberpihakan.
“Setelah pertandingan melawan Bangladesh di babak final Grup A Piala ASEAN FIFA 2026, banyak yang percaya bahwa negara tuan rumah Indonesia mendapat perlakuan istimewa, ‘membuka jalan’ bagi mereka untuk memenangkan turnamen tersebut,” tulis Tuoi Tre.
Salah satu persoalan yang disorot adalah tambahan waktu pada pertandingan Indonesia kontra Bangladesh. Laga tersebut terus berlangsung hingga memasuki menit-menit akhir sebelum Kevin Diks mencetak gol pada menit 90+6 dan Mitchell Baker menambah gol pada menit 90+7.
Dua gol tersebut menjadi penentu posisi Indonesia di klasemen akhir Grup A. Tambahan kemenangan itu membuat Garuda mengoleksi tujuh poin, sama dengan Malaysia, tetapi berhak berada di posisi teratas sehingga melaju ke final.
Tuoi Tre kemudian mengaitkan tambahan waktu tersebut dengan munculnya kecurigaan di kalangan sebagian suporter. Namun, lamanya pertandingan setelah waktu normal bukan dengan sendirinya menjadi bukti bahwa wasit memberikan keuntungan kepada salah satu tim.
Berdasarkan Law 7 IFAB, waktu tambahan yang ditunjukkan ofisial keempat merupakan batas minimum. Wasit masih dapat menambah waktu apabila terjadi kembali waktu yang terbuang selama masa tambahan tersebut.
Sorotan media Vietnam juga melebar ke status Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Penunjukan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah edisi perdana turnamen disebut menjadi bagian dari hal yang dipertanyakan.
FIFA ASEAN Cup pertama kali diumumkan ketika FIFA dan ASEAN memperbarui nota kesepahaman di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025. Dalam penyelenggaraan tersebut, Indonesia ditetapkan sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup, sedangkan Hong Kong menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Challenge Cup.
Selain status tuan rumah, komposisi grup juga menjadi perhatian Tuoi Tre. Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara itu, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan berada di Grup B.
Pembagian tersebut membuat Indonesia tidak bertemu Thailand maupun Vietnam pada fase penyisihan grup. Kedua negara yang dianggap sebagai kekuatan besar di kawasan itu baru berpotensi dihadapi pada fase berikutnya.
Isu tersebut kembali mengemuka setelah Thailand memastikan diri menjadi lawan Indonesia di final. Pertandingan Indonesia kontra Thailand dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama GBK, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Drama tersingkirnya Malaysia pada fase grup turut membuat sebagian suporter Thailand menaruh perhatian lebih terhadap pertandingan final. Salah satu penggemar Thailand, Pitang, mengaku khawatir setelah melihat bagaimana Malaysia gagal melaju ke partai puncak pada detik-detik terakhir.
“Melihat Malaysia tersingkir dari final dengan begitu memilukan, saya sangat khawatir untuk Thailand. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada tim kami,” tulis Pitang.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan suporter Thailand lainnya. Mereka menilai pertandingan antara dua tim dengan kekuatan relatif berimbang dapat berubah karena berbagai faktor di luar permainan.
Meski tudingan tersebut ramai dibicarakan, hingga kini yang disampaikan Tuoi Tre merupakan sorotan dan kekhawatiran dari media serta sebagian suporter, bukan bukti bahwa FIFA atau perangkat pertandingan secara sengaja membantu Indonesia.
Timnas Indonesia kini hanya berjarak satu pertandingan dari sejarah sebagai juara perdana FIFA ASEAN Cup. Laga melawan Thailand sekaligus menjadi panggung bagi Garuda untuk menjawab berbagai keraguan yang muncul sepanjang perjalanan menuju final.