Juara dunia empat kali, Max Verstappen, mencatatkan sejarah baru pada F1 musim 2026. Mengaspal di Sirkuit Internasional Sepang yang kembali menggelar sesi kualifikasi F1 setelah absen sembilan tahun, pembalap Red Bull Racing tersebut menjadi driver pertama berteknologi mesin non-Mercedes yang berhasil mengamankan pole position musim ini.
Verstappen tampil konsisten sebagai yang tercepat sejak awal sesi kualifikasi. Ia mengunci posisi start terdepan perdananya bersama Red Bull di musim 2026 usai mencatatkan dua putaran luar biasa pada babak Q3.
Pembalap asal Belanda tersebut mengungguli rival lamanya, Lewis Hamilton, dengan selisih waktu 0,298 detik. Hamilton menyuguhkan aksi memukau di detik-detik akhir Q3 untuk merebut posisi start kedua, memisahkan dua mobil Red Bull setelah Isack Hadjar—yang sejatinya mencatatkan waktu ketiga tercepat—harus menerima penalti penurunan lima posisi start akibat pergantian komponen mesin.
Anomali Mercedes dan Perjuangan Barisan Tengah
Pimpinan klasemen sementara, Andrea Kimi Antonelli, hanya mampu mengamankan posisi keempat dengan selisih waktu hingga setengah detik dari Verstappen. Skuad Panah Perak tampak masih kesulitan menemukan ritme terbaik di Malaysia, meski telah membawa paket pembaruan (upgrade) komponen yang masif. Rekan satu tim sekaligus rival gelar Antonelli, George Russell, bahkan terlempar di urutan kedelapan.
Charles Leclerc menyelamatkan muka Ferrari dengan menduduki posisi kelima, berada tepat di depan duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, yang harus puas mengamankan urutan keenam dan ketujuh.
Sementara itu, Pierre Gasly (Alpine) dan Gabriel Bortoleto (Audi) melengkapi jajaran sepuluh besar kualifikasi.
Penalti Mesin Mencekam di Barisan Belakang
Sesi kualifikasi ini juga diwarnai badai penalti komponen daya. Liam Lawson (Racing Bulls) gagal menembus Q3 usai finis di posisi ke-11, diikuti pencapaian terbaik Aston Martin musim ini lewat Fernando Alonso di posisi ke-12.
Kondisi berat dialami Franco Colapinto dan pembalap pemula Arvid Lindblad yang bahkan tidak mencatatkan waktu. Colapinto mendapat hukuman penalti mundur 15 posisi akibat kombinasi alokasi mesin baru dan sisa sanksi dari Baku. Adapun Lindblad dipastikan mengawali balapan dari posisi paling belakang setelah tim Racing Bulls merombak seluruh alokasi komponen mesinnya.
Di barisan terbawah, kejutan buruk menimpa Sergio Perez (Cadillac). Pembalap veteran tersebut terdampar di posisi terakhir di sirkuit legendaris yang sempat menjadi saksi podium F1 pertamanya pada musim 2012 silam.