JAKARTA – IBK Altos, tim yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara V-League putri musim ini, justru tampil di luar ekspektasi. Meski baru saja menjuarai KOVO Cup dengan skuad bertabur bintang, mereka hanya mengantongi satu kemenangan dari tiga laga pembuka, memicu kekhawatiran di kalangan penggemar.
Dalam laga tandang pada 28 Oktober di Gimnasium Hwasung melawan Korea Expressway Corporation, IBK Altos takluk 1-3 (25-23, 20-25, 19-25, 22-25). Kekalahan ini melengkapi hasil minor sebelumnya kontra GS Caltex (kalah) dan kemenangan atas Pepper Savings Bank, menggagalkan harapan meraih dua kemenangan beruntun.
Ironisnya, lini andalan mereka—outside hitter (OH)—justru menjadi titik lemah. Dengan komposisi Alisa Kinkela (Asia Quarter), Yuk Seo-young, Hwang Min-kyung, dan Lee So-young, sayap kiri IBK semula dinilai sebagai yang terkuat di divisi putri. Namun, pelatih Kim Ho-chul mengakui belum menemukan formula ideal. “Tergantung lawan, kami bisa memilih kombinasi serang (Kinkela-Yuk) atau stabil (masukkan Hwang atau Lee),” ujarnya.
Laga perdana melawan GS Caltex menjadi mimpi buruk: duet Kinkela-Yuk gagal di receive, memicu 30 kesalahan sendiri. “Benar-benar dipukuli,” kata Kim Ho-chul. Harapan sempat tumbuh di laga kedua saat Kinkela mencetak 19 poin dengan akurasi 56%, berduet dengan Hwang Min-kyung untuk meraih kemenangan.
Namun, performa kembali menurun saat menghadapi Korea Expressway. Yuk Seo-young dan Kinkela tampil cukup solid di receive (masing-masing 36,36% dan 36%), tapi tumpul dalam serangan. Yuk hanya menambah 4 poin setelah mencetak 8 poin di set pertama, sementara Kinkela terpuruk dengan 11 poin dan efisiensi 7,8%. Setter Kim Ha-kyung juga gagal mendistribusikan bola secara efektif, membuat permainan tim berantakan. Sebaliknya, trio Moma (25 poin), Kang So-hwi (18), dan Tanacha (13) tampil dominan untuk Korea Expressway.
Situasi makin rumit dengan cedera Lee So-young. “Ia terkilir bahu saat latihan, perlu pemeriksaan medis dan waktu pemulihan,” ungkap Kim Ho-chul. Musim lalu, cedera serupa membuat Lee absen panjang, dan kehilangannya kini berpotensi mengganggu rotasi OH secara signifikan.
Usai laga, Kim Ho-chul mengakui tantangan berat yang dihadapi timnya. “Banyak yang harus dipikirkan,” ujarnya sambil tersenyum kecut. Ia menambahkan, “Salah satu dari Kinkela atau Yuk harus tampil konsisten. Seluruh pemain juga perlu saling percaya lebih lagi.”
IBK Altos kini menghadapi pekerjaan rumah besar: menstabilkan kombinasi OH dan menanti pulihnya Lee So-young. Mampukah mereka bangkit dan kembali ke jalur juara? Sorotan V-League kini tertuju pada langkah mereka berikutnya.