BANGKOK, THAILAND – Ibu Suri Queen Sirikit meninggal dunia pada Jumat malam (24/10/2025) di usia 93 tahun. Kepergiannya menandai akhir dari era keanggunan dan dedikasi tak tergoyahkan terhadap rakyatnya, meninggalkan warisan abadi dalam sejarah kerajaan Thailand modern.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand menyampaikan kabar duka tersebut pada Sabtu (25/10/2025) pagi waktu setempat. Queen Sirikit, yang telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 2019, akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat infeksi aliran darah yang dipicu oleh serangkaian komplikasi kesehatan.
Kondisinya semakin memburuk sejak stroke yang menyerangnya pada 2012, yang membuatnya jarang tampil di depan publik dalam tahun-tahun terakhir.
Sebagai istri Raja Bhumibol Adulyadej raja Thailand dengan masa jabatan terpanjang selama 70 tahun sejak 1946 Queen Sirikit bukan hanya pendamping setia, tapi juga pilar utama dalam kebangkitan monarki pasca-Perang Dunia II.
Ia dikenal sebagai simbol keanggunan dan empati, sering kali turun langsung ke masyarakat melalui berbagai program amal yang menyentuh hati jutaan rakyat Thailand. Dari inisiatif pendidikan hingga pelestarian budaya tradisional, kontribusinya telah mengukir citra monarki sebagai institusi yang dekat dengan rakyat.
Dalam respons cepat terhadap kepergiannya, Pemerintah Thailand menetapkan masa berkabung selama satu tahun khusus untuk anggota keluarga kerajaan. Kabinet dijadwalkan menggelar rapat darurat pada Sabtu siang untuk membahas detail pemakaman negara yang megah, termasuk protokol upacara adat dan partisipasi publik.
Sementara itu, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul membatalkan kunjungannya ke KTT ASEAN di Malaysia sebagai bentuk penghormatan terakhir. Seorang juru bicara pemerintah menyatakan, langkah ini mencerminkan betapa dalamnya dampak Queen Sirikit terhadap stabilitas nasional.
Kepergian Queen Sirikit tidak hanya menyentuh hati keluarga kerajaan, tapi juga memicu gelombang simpati global. Sebagai figur ibu bagi bangsa, ia pernah menjadi inspirasi bagi generasi perempuan di Asia Tenggara melalui gaya hidupnya yang sederhana namun berpengaruh.
Di tengah tantangan politik Thailand yang kerap bergolak, peranannya dalam menjaga harmoni sosial tetap menjadi pelajaran berharga.
Hingga berita ini disusun, media sosial dipenuhi tribut dari warga Thailand yang berbagi kenangan tentang “Ibu Bangsa”. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menyalurkan duka melalui doa dan kegiatan amal yang selaras dengan semangat hidup Queen Sirikit.