JAKARTA – Mahkamah Pidana Internasional (ICC) kini berada di bawah tekanan untuk menyelidiki mantan Presiden Amerika Serikat,ICCICCn, atas dugaan keterlibatannya dalam kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Gaza. Tuntutan ini muncul terkait dengan perang yang melibatkan Israel, yang merupakan sekutu utama Washington, dan kelompok Hamas.
Menurut laporan The Guardian pada Selasa (25/2/2025), organisasi nirlaba Democracy for the Arab World Now (DAWN) yang berbasis di AS, mengajukan permintaan resmi kepada ICC untuk menyelidiki Biden, serta dua pejabat tinggi lainnya dalam kabinetnya, yaitu mantan Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan mantan Menteri Pertahanan Lloyd Austin. Mereka dituduh terlibat dalam kejahatan perang Israel selama konflik di Gaza.
Aduan tersebut, yang baru dipublikasikan oleh DAWN pada Senin (24/2), disampaikan melalui dokumen sepanjang 172 halaman. DAWN menuntut agar ICC menyelidiki ketiga pejabat AS itu atas dugaan keterlibatan mereka dalam membantu dan bersekongkol, serta berkontribusi secara sengaja terhadap kejahatan perang dan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel di Gaza.
Penyelidikan ini datang setelah ICC pada tahun lalu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, serta pemimpin Hamas Mohammed Deif, yang baru-baru ini dilaporkan tewas. Ketiganya dituduh terlibat dalam kejahatan perang terkait perang di Gaza.
DAWN mengklaim bahwa Biden, Blinken, dan Austin melanggar Statuta Roma—piagam yang mendirikan ICC—dengan mendukung kebijakan Israel. Dalam pernyataan mereka, DAWN menyebutkan bahwa ketiga pejabat AS tersebut tidak hanya mengabaikan bukti-bukti kejahatan perang Israel, tetapi juga menolak rekomendasi staf mereka untuk menghentikan transfer senjata ke Israel. Mereka juga dituduh memberikan dukungan politik dan militer yang tak terbatas kepada Israel, yang dianggap memperburuk kekejaman yang terjadi di Gaza.
Direktur Eksekutif DAWN, Sarah Leah Whitson, menyatakan, “Biden, Blinken, dan Austin tidak hanya mengabaikan dan membenarkan banyaknya bukti kejahatan Israel yang keji dan disengaja, mereka juga mengesampingkan saran dari staf mereka sendiri untuk menghentikan pengiriman senjata ke Israel.” Selain itu, DAWN juga menyoroti dukungan politik AS terhadap Israel, termasuk hak veto yang digunakan negara tersebut untuk menggagalkan resolusi gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB.