Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya pada penutupan perdagangan Selasa (31/3) sore. Indeks parkir di level 7.048, terkoreksi 0,61 persen atau melemah 43,44 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, antusiasme pasar tetap tinggi dengan total nilai transaksi mencapai Rp14,95 triliun. Sebanyak 27,23 miliar lembar saham berpindah tangan sepanjang hari ini. Namun, dominasi “beruang” (sentimen jual) lebih kuat dengan 406 saham terkoreksi, sementara 262 saham berhasil menguat, dan 151 lainnya jalan di tempat.
Dari 11 sektor yang ada, delapan di antaranya terperosok ke zona merah. Sektor transportasi menjadi yang paling menderita setelah anjlok tajam 4,1 persen. Di sisi lain, sektor barang konsumen primer tampil sebagai penyelamat tipis dengan kenaikan 1,32 persen, diikuti oleh dua sektor lainnya yang bergerak melawan arus.
Sentimen Global: Asia Lesu, Eropa Bersemi
Wajah bursa saham di kawasan Asia mayoritas tampak muram. Tekanan jual terasa di Jepang melalui indeks Nikkei 225 yang jatuh 1,58 persen, disusul Shanghai Composite (China) yang turun 0,80 persen, dan Straits Times (Singapura) yang melemah tipis 0,13 persen. Hanya Hang Seng (Hong Kong) yang berhasil mencuri panggung dengan penguatan tipis 0,15 persen.
Kondisi berbeda justru terjadi di benua biru. Mayoritas bursa Eropa terpantau bergairah; indeks DAX Jerman melaju 0,60 persen dan FTSE 100 Inggris terapresiasi 0,65 persen.
Sementara itu, bursa Wall Street Amerika Serikat menunjukkan pergerakan yang variatif. Indeks NASDAQ harus rela terkoreksi 0,73 persen, namun S&P 500 dan Dow Jones masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan masing-masing 0,39 persen dan 0,11 persen.