JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/8/2026), di zona hijau.
IHSG naik 9,88 poin atau 0,16 persen ke level 6.277,76 pada pembukaan perdagangan.
Penguatan juga terlihat pada indeks LQ45 yang naik 1,12 poin atau 0,18 persen menjadi 626,91.
Namun, pergerakan positif pada awal sesi belum menghapus potensi tekanan terhadap IHSG sepanjang perdagangan.
Pada penutupan Selasa, IHSG sebelumnya merosot 1,53 persen hingga berada di level 6.267,88.
Tekanan pasar turut terlihat dari pergerakan rupiah yang melemah 0,59 persen menjadi Rp17.861 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan mayoritas mata uang Asia yang tertekan akibat penguatan dolar Amerika Serikat.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diprakirakan akan menguji level support di rentang 6.180-6.200,” kata Analis Pasar Modal Tim Phintraco Sekuritas, Rabu, 12 Agustus 2026.
Perkiraan tersebut menunjukkan investor masih perlu mencermati risiko koreksi meski IHSG mampu membuka perdagangan dengan penguatan.
Dari dalam negeri, perkembangan konsumsi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar saham pada perdagangan hari ini.
Penjualan ritel Indonesia pada Juni 2026 tercatat tumbuh 3 persen secara tahunan, membaik dibandingkan kontraksi 3,9 persen pada Mei.
“Penurunan yang mulai melambat mencerminkan dampak awal dari langkah stimulus pemerintah. Stimulus yang bertujuan mendorong daya beli masyarakat dari kenaikan tekanan biaya,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Secara bulanan, data Bank Indonesia menunjukkan penjualan ritel meningkat 0,7 persen pada Juni 2026.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif karena pertumbuhan bulanan itu merupakan yang pertama dalam tiga bulan terakhir.
Kelompok masyarakat menengah atas diperkirakan masih menjadi salah satu penyangga konsumsi domestik.
Indikasinya terlihat dari penjualan mobil yang meningkat 33,3 persen secara tahunan pada Juli 2026.
Penjualan mobil mencapai 81.115 unit pada Juli 2026, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam lima bulan terakhir.
“Peningkatan laju penjualan ini juga dikontribusikan oleh adanya penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026,” ucap Tim Phintraco.
Secara kumulatif, penjualan mobil sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 437.500 unit.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan penjualan mobil sebesar 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sentimen Pasar Global
Meski terdapat sejumlah katalis domestik, sentimen dari pasar global masih menjadi tantangan bagi IHSG.
Prospek perdamaian di Timur Tengah yang belum menunjukkan perkembangan berarti kembali menjadi perhatian investor internasional.
Ketegangan geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah di pasar global.
Pergerakan harga minyak menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap inflasi dan prospek ekonomi dunia.
Selain itu, pasar juga menunggu publikasi data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Rabu.
Data inflasi AS menjadi perhatian karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Sementara itu, aktivitas investor asing di BEI masih menunjukkan tekanan terhadap pasar saham domestik.
Pada perdagangan Selasa, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp279,58 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran utama aksi jual asing, di antaranya TPIA, BMRI, DSSA, ASII, dan BBRI.
Dengan kombinasi tekanan eksternal, pelemahan rupiah, serta arus dana asing tersebut, pergerakan IHSG pada Rabu masih perlu dicermati.
Level support 6.180-6.200 menjadi area penting yang berpotensi diuji apabila tekanan jual kembali menguat.
Di sisi lain, pembukaan IHSG di zona positif menunjukkan pasar masih memiliki peluang mempertahankan momentum penguatan pada awal sesi perdagangan.***