JAKARTA – Pada penutupan perdagangan Rabu (26/2/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di jalur hijau. IHSG menguat 0,29% atau 19,09 poin, berakhir di level 6.606,18.
Penguatan ini didorong oleh kenaikan signifikan pada saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG dibuka di level 6.587,09 dan sempat mencapai puncak tertingginya di 6.682,87.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 253 saham mengalami kenaikan, 383 saham menurun, dan 319 saham stagnan, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp11.426 triliun.
Dikutip dari Bisnis.com, Saham BREN melonjak 4,90% ke level Rp6.425 per saham, menyusul aksi borong 1,5 juta saham oleh Prajogo Pangestu pada perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, saham DCII meroket 19,99% ke level Rp116.125 per saham setelah suspensi oleh BEI dicabut.
UNVR juga mencatat kenaikan 4,35% ke level Rp1.200, mengakhiri tren penurunan harga selama lima hari berturut-turut.
Secara sektoral, indeks saham teknologi memimpin dengan kenaikan 8,72%, diikuti sektor konsumer siklikal yang naik 0,45%, dan sektor kesehatan yang meningkat 0,43%.
Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, mengungkapkan bahwa IHSG sempat berada di zona merah dengan koreksi 0,36% ke level 6.562,89 pada sesi pertama.
Ia menambahkan, secara teknikal, terdapat pelebaran negative slope pada MACD seiring indikator Stochastic RSI yang bergerak turun dari area overbought.
Valdy juga menyoroti bahwa peluncuran Danantara masih mendapatkan respons beragam dari pelaku pasar.
“Pasar masih dipengaruhi oleh isu-isu negatif yang berkembang mengenai pengelolaan dan kinerja sovereign wealth fund [SWF] di beberapa negara tetangga,” ujarnya dalam publikasi riset harian.
Ia menyarankan agar pemerintah dan Danantara melakukan sosialisasi lebih masif kepada pelaku pasar untuk meredam kekhawatiran yang ada.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto baru saja meluncurkan lembaga investasi baru yang diberi nama Danantara.
Danantara adalah sovereign wealth fund (SWF) terbaru Indonesia yang bertujuan mengelola investasi strategis dan menarik modal dari investor global untuk mendukung pembangunan nasional.
SWF ini merupakan rebranding dan penguatan dari Indonesia Investment Authority (INA), dengan harapan meningkatkan transparansi, kredibilitas, dan daya tarik bagi mitra internasional.***