JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun cukup dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (6/5/2025).
Menjelang penutupan perdagangan hari ini (14.45 WIB), IHSG tertekan berada pada level 6.878,92, turun tajam 145,29 poin atau 2,07 persen.
Tercatat saham sektor perbankan menjadi penyumbang utama pelemahan tersebut.
Pada sesi pertama, total transaksi mencapai sekitar Rp 5,3 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 14,8 miliar saham yang terjual dalam 699.073 transaksi.
Data menunjukkan bahwa 239 saham menguat, sementara 306 saham mengalami penurunan, dan 239 saham lainnya cenderung stagnan.
Sektor-sektor yang paling menekan IHSG adalah bahan baku, keuangan, dan industri, yang masing-masing merosot 1,95%, 1,75%, dan 1,71%.
Dominasi penurunan sektor keuangan menjadi faktor penggerak terbesar dalam menurunnya indeks.
Dua emiten perbankan besar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), turut memberi dampak besar terhadap penurunan IHSG.
BMRI tertekan hingga 7,73 persen, sementara BBRI berkontribusi pada penurunan 2,90 persen.
Sementara bank plat merah lainnya, Bank Negara Indonesia TBK (BBNI) turun 3,99 persen.
Edward Lois, analis dari Sucor Sekuritas, menilai bahwa selain pengaruh keluarnya investor asing, faktor fundamental sektor perbankan juga ikut mempengaruhi kinerja saham bank.
Ia mengatakan, “Fundamental sektor perbankan kurang menarik dalam jangka pendek karena kondisi likuiditas yang sudah cukup ketat akan mengakibatkan pertumbuhan kredit dan net interest margin (NIM) melemah. Pertumbuhan laba bank tahun ini juga diperkirakan terbatas,” ujarnya seperti dilansir CNBC Indonesia, Kamis (6/2/2025).
Bank-bank yang baru saja merilis laporan keuangan tahunan juga menunjukkan kinerja yang kurang menggembirakan.
Sebagai contoh, BMRI hanya mencatatkan kenaikan laba sebesar 1,31% menjadi Rp 55,78 triliun sepanjang 2024. Begitu pula PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang mencatatkan laba Rp 21,46 triliun, dengan kenaikan tipis sebesar 2,64% dibandingkan tahun sebelumnya.***