JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. Dalam visinya, petani tidak hanya hidup layak, tetapi juga mampu memiliki mobil dan rumah yang memadai sebagai wujud kemakmuran.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara silaturahmi bersama masyarakat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, pada Senin (21/4/2025).
“Saya ingin petani kita makmur, bisa punya mobil, punya rumah yang layak,” ujar Prabowo, yang disambut sorak sorai ribuan warga yang hadir.
Ia menegaskan bahwa petani adalah tulang punggung perekonomian bangsa. Karena itu, peningkatan kesejahteraan mereka menjadi prioritas utama dalam pemerintahannya.
Langkah Konkret untuk Petani
Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan fokus pada peningkatan produktivitas pertanian melalui modernisasi dan pemanfaatan teknologi. Selain itu, akses terhadap pupuk murah, benih unggul, dan pasar yang menguntungkan juga akan dipermudah.
“Kita harus pastikan petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk atau menjual hasil panennya,” tambahnya.
Ia juga berjanji akan memperbaiki infrastruktur pedesaan seperti irigasi dan jalan, guna menunjang efisiensi usaha pertanian. Program-program ini diharapkan dapat mendongkrak pendapatan petani dan mewujudkan impian mereka untuk hidup lebih baik.
Harapan Petani untuk Masa Depan
Pernyataan Prabowo disambut antusias oleh para petani. Budi, seorang petani asal Cianjur, menyatakan optimisme terhadap visi tersebut.
“Kalau benar petani bisa sejahtera, punya mobil dan rumah, itu mimpi besar kami. Semoga Pak Prabowo bisa wujudkan,” ujarnya
Menurut data Kementerian Pertanian, lebih dari 40% penduduk Indonesia bergantung pada sektor pertanian. Namun, masih banyak petani yang hidup di bawah garis kemiskinan akibat tingginya biaya produksi dan harga jual yang tak seimbang. Visi Prabowo menjadi harapan baru bagi mereka.
Tantangan dan Dukungan Masyarakat
Meskipun ambisius, rencana ini tidak lepas dari tantangan. Pengamat ekonomi pertanian, Dr. Andi Wijaya, menyebut implementasi visi tersebut memerlukan anggaran besar serta koordinasi lintas sektoral yang kuat.
“Pemerintah perlu memastikan kebijakan ini tepat sasaran dan tidak berhenti di wacana,” ungkapnya.
Namun demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ribuan warga yang hadir di GBLA menyuarakan dukungan dengan yel-yel dan spanduk bertuliskan “Petani Sejahtera, Indonesia Maju.” Acara tersebut juga diramaikan dengan penampilan budaya dan dialog interaktif yang menambah semarak suasana.
Menuju Indonesia Makmur
Prabowo menutup pidatonya dengan pesan optimistis bahwa kesejahteraan petani adalah kunci kemajuan bangsa.
“Kalau petani kita sejahtera, seluruh rakyat Indonesia juga akan merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Langkah konkret pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan visi ini akan menjadi perhatian publik. Dengan dukungan masyarakat dan komitmen yang kuat, mimpi petani memiliki mobil dan rumah layak bukan lagi sekadar harapan, melainkan target yang bisa dicapai.