JAKARTA – Indonesia dan Afrika Selatan sepakat mempercepat implementasi perjanjian kooperasi pertahanan yang telah diselesaikan pada 2023, menyusul pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Cyril Ramaphosa.
“Dalam bidang pertahanan, kami setuju untuk mempercepat implementasi perjanjian kooperasi pertahanan yang telah kami selesaikan pada tahun 2023,” tegas Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menyebut kunjungan ini sebagai “milestone penting dalam hubungan kami”.
Selain pertahanan, diskusi mencakup peningkatan perdagangan bilateral yang “meningkat dalam 5 tahun yang lalu”, serta eksplorasi perjanjian partnership ekonomi komprehensif untuk mengatasi ketidakpastian internasional.
Prabowo juga menjanjikan pengiriman tim teknis Indonesia guna membahas program prioritas di agrikultur dan energi. “Kami akan mengirimkan Indonesia seperti yang ditanyakan Presiden Afrika Selatan, kemungkinan jika kami bisa mengirimkan tim teknis,” terangnya.
Kerja sama people-to-people diperkuat melalui usulan waiver visa dan kolaborasi sains-pendidikan.
Afrika Selatan diposisikan sebagai “pemimpin yang sangat penting di Afrika”, dengan Prabowo optimistis hubungan ini akan “menjadi penting bagi Indonesia dalam tahun-tahun yang akan datang”.
Undangan G20 dari Ramaphosa diterima sebagai simbol solidaritas global yang lebih inklusif.