JAKARTA — Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana hidrometeorologi basah dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan di berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Sulawesi Barat, dalam kurun waktu Minggu (6/7) pukul 07.00 WIB hingga Senin (7/7) pukul 07.00 WIB.
Kebakaran Hutan di Aceh Barat: 9 Hektare Lahan Hangus
Kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sejak Sabtu (5/7) pukul 18.20 WIB. Titik api tersebar di tiga kecamatan, yaitu Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, dan Woyla Barat, meliputi lima gampong: Karang Hampa, Lapang, Suak Raya, Lapang Ujong, dan Mon Pasong. “Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang,” ujar Abdul Muhari.
Berdasarkan laporan, total luas lahan yang terbakar mencapai 9 hektare, dengan rincian: 2 hektare di Gampong Karang Hampa, 3 hektare di Gampong Lapang, 1 hektare di Gampong Suak Raya, 1 hektare di Gampong Lapang Ujong, dan 1 hektare di Gampong Mon Pasong. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Barat mengerahkan armada seperti kendaraan D-max, pick-up Panther, dan mesin kohle untuk memadamkan api. Namun, tantangan seperti akses sulit dan keterbatasan sumber air menghambat upaya pemadaman. “Sinergi antara BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci dalam menangani karhutla ini,” tambah Muhari. Hingga Minggu malam (6/7), titik api di Karang Hampa sudah 90% tertangani, sementara di Johan Pahlawan dan Woyla Barat masih dalam proses pemadaman.
Karhutla di Sumatera Utara: 38 Hektare Lahan Terbakar
Selain Aceh, kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Dairi dan Nias Utara, Sumatera Utara. Di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Dairi, kebakaran pada Jumat (4/7) menghanguskan 28 hektare lahan. Sementara di Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa Timur, Nias Utara, 10 hektare lahan terbakar sejak Rabu (2/7). “Penyebab pasti kebakaran di kedua wilayah ini masih diselidiki,” ungkap Muhari.
BPBD setempat bersama Manggala Agni bergerak cepat untuk memadamkan api. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material cukup signifikan, terutama di Nias Utara. Kendala seperti lokasi sulit dijangkau dan keterbatasan air menyulitkan pemadaman, tetapi sebagian titik api telah berhasil dikendalikan hingga Minggu (6/7).
Tanah Longsor di Tanggamus, Lampung: 40 Rumah Rusak
Di sisi lain, tanah longsor melanda Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Sabtu (5/7), dipicu hujan deras berkepanjangan. Longsor terjadi di Kecamatan Pugung (Desa Tanjung Agung) serta Kecamatan Bulok (Desa Sukamara dan Suko Agung), berdampak pada 40 kepala keluarga (KK) dan merusak 40 rumah serta 6 jembatan. “Kondisi geografis yang rawan dan hujan ekstrem menjadi pemicu utama,” kata Muhari.
Akses jalan utama di Dusun Campang dan Negla Sari, Pekon Tanjung Agung, masih tertutup material longsor, menghambat evakuasi dan distribusi bantuan. BPBD Tanggamus memprioritaskan pengiriman alat berat untuk membersihkan sedimen dan memulihkan akses transportasi. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi longsor susulan.
Banjir Rendam Wilayah Jabodetabek hingga Mataram
Bencana banjir turut melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kota Depok. Di Tangerang Selatan, hujan deras sejak Sabtu (5/7) menyebabkan banjir di tiga kecamatan (Serpong Utara, Ciputat Timur, Pondok Aren), berdampak pada 840 KK dan 840 rumah. “Sebagian wilayah sudah surut, tetapi titik seperti Kayu Gede 1 dan Pondok Maharta masih tergenang,” lapor Muhari.
Di Kabupaten Tangerang, banjir akibat luapan Sungai Cisadane merendam Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, dengan ketinggian air 40-60 cm, memengaruhi 702 KK dan 2.275 jiwa. Di Jakarta Selatan, luapan Kali Ciliwung menyebabkan banjir di tiga kecamatan (Jagakarsa, Pasar Minggu, Tebet) dengan ketinggian air hingga 170 cm, berdampak pada 171 KK. Sementara di Jakarta Timur, banjir di tiga kecamatan (Jatinegara, Kramat Jati, Pasar Rebo) memengaruhi 350 KK, dengan 116 KK mengungsi.
Kota Depok juga tak luput, dengan banjir di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, yang merendam 30 rumah. Di luar Pulau Jawa, banjir melanda Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (6/7), memengaruhi 92 KK di tiga kecamatan (Sandubaya, Mataram, Cakranegara). “Kebutuhan mendesak meliputi makanan, air bersih, dan alat penerangan,” ujar Muhari.
Banjir di Sulawesi: Polewali Mandar dan Buol Terdampak
Di Sulawesi Barat, banjir di Kabupaten Polewali Mandar merendam 366 rumah dan 93 hektare lahan pertanian serta tambak di Kecamatan Matakali dan Wonomulyo. Di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, banjir di Kecamatan Paleleh memengaruhi 152 KK dan merusak 147 rumah serta 12 hektare lahan perkebunan. “Banjir di Buol sudah surut, dan warga mulai membersihkan rumah secara mandiri,” kata Muhari.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, longsor, dan karhutla. “Jangan lakukan pembakaran lahan sembarangan, segera laporkan titik api, dan pastikan mengetahui jalur evakuasi terdekat,” tegas Muhari. Pemerintah daerah dan BPBD terus memantau situasi, menyalurkan bantuan, dan berkoordinasi untuk meminimalkan dampak bencana.