NEW YORK, AS – Indonesia memimpin barisan 142 negara dalam mengesahkan New York Declaration on the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (12/9).
- Indonesia Pimpin Diplomasi Perdamaian
- Langkah konkret Indonesia :
- Beasiswa Pendidikan (8 November 2023):
- Bantuan Kemanusiaan via Kapal Rumah Sakit (18 Januari 2024):
- Evakuasi dan Tenaga Medis (Februari 2024):
- Misi Airdrop TNI (9 April 2024):
- Pasukan Perdamaian (2 Juni 2024):
- Diplomasi Tingkat Tinggi (13 November 2024):
- Deklarasi New York: Peta Jalan Perdamaian
- Isi Deklarasi
- Dukungan Global dan Penolakan
- Indonesia di Garis Depan Perdamaian
- Berikut Daftar Negara yang Menolak (Against – 10 negara):
- Negara yang Abstain (Abstention – 12 negara):
Deklarasi bersejarah ini, yang mendukung solusi dua-negara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina, menjadi bukti komitmen kuat Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina. Hanya 10 negara menolak dan 12 abstain dalam pemungutan suara yang menandai langkah besar menuju stabilitas Timur Tengah.
Indonesia Pimpin Diplomasi Perdamaian
Indonesia, sebagai salah satu pendukung utama deklarasi ini, menegaskan posisinya sebagai pelopor solusi dua-negara. Presiden RI Prabowo Subianto, yang konsisten menyuarakan isu ini sejak menjabat Menteri Pertahanan, kembali menegaskan komitmennya untuk perdamaian.
“Solusi akhir untuk masalah ini adalah solusi dua negara (two-state solution). Hanya dengan solusi dua negara, Palestina serta Israel dapat hidup berdampingan secara aman dan tenteram, masalah ini dapat diselesaikan,” tegas Prabowo pada 11 Juni 2024.
Langkah konkret Indonesia :
Beasiswa Pendidikan (8 November 2023):
Indonesia memberikan beasiswa penuh kepada 22 mahasiswa Palestina untuk kuliah di Universitas Pertahanan RI, mencakup bidang kedokteran militer, farmasi, teknik sipil, dan keamanan siber, lengkap dengan kursus bahasa dan budaya Indonesia.
Bantuan Kemanusiaan via Kapal Rumah Sakit (18 Januari 2024):
Kapal TNI KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 mengirimkan obat-obatan, makanan, pakaian hangat, dan perlengkapan bayi ke Gaza melalui Mesir.
Evakuasi dan Tenaga Medis (Februari 2024):
Indonesia siap mengevakuasi 1.000 korban luka atau trauma dari Gaza untuk dirawat di Indonesia, sekaligus mengirim tenaga medis ke wilayah konflik.
Misi Airdrop TNI (9 April 2024):
Untuk pertama kalinya, TNI melaksanakan penerjunan bantuan kemanusiaan seberat 3.200 kg berupa makanan, air, obat-obatan, dan perlengkapan bayi ke Gaza menggunakan pesawat Hercules C-130J.
Pasukan Perdamaian (2 Juni 2024):
Dalam forum Shangri-La Dialogue, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia mengirim pasukan perdamaian TNI ke Gaza jika dimandatkan PBB.
Diplomasi Tingkat Tinggi (13 November 2024):
Bertemu Presiden AS saat itu, Joe Biden, di Gedung Putih, Prabowo menyerukan gencatan senjata dan perlindungan warga sipil Palestina, sekaligus menegaskan pentingnya solusi dua-negara.
Deklarasi New York: Peta Jalan Perdamaian
Isi Deklarasi
Lampiran Deklarasi New York merangkum peta jalan komprehensif penyelesaian konflik. Dokumen ini menuntut gencatan senjata permanen di Jalur Gaza, pembebasan semua sandera, pertukaran tahanan, dan penarikan penuh pasukan Israel. Gaza dan Tepi Barat akan dipersatukan di bawah Otoritas Palestina (PA) dengan pembentukan Komite Administrasi Transisi untuk periode sementara.
Penyatuan Gaza dan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina (PA) melalui Komite Administrasi Transisi
Usulan Misi Stabilisasi PBB untuk melindungi warga sipil dan mendukung keamanan
Dari sisi kemanusiaan, deklarasi menuntut akses bantuan tanpa hambatan, termasuk air, listrik, dan layanan dasar, serta dukungan pendanaan untuk UNRWA.Arab-OIC Gaza Recovery Plan
akan memprioritaskan pembersihan puing, perumahan darurat, pemulihan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi Gaza melalui dana multi-donor.
Dukungan Global dan Penolakan
Sebanyak 142 negara, termasuk Indonesia, mendukung deklarasi ini. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebutnya sebagai “momentum bersejarah” melalui akun X resminya:
“Hari ini, di bawah kepemimpinan Prancis dan Arab Saudi, 142 negara telah mengadopsi Deklarasi New York tentang implementasi Solusi Dua-Negara. Bersama-sama, kita memetakan jalan yang tidak dapat diputar balik menuju perdamaian di Timur Tengah. Prancis, Arab Saudi, dan semua mitra mereka akan berada di New York untuk mewujudkan rencana perdamaian ini menjadi kenyataan pada Konferensi tentang Solusi Dua-Negara,” ujar Macron.
“Masa depan itu mungkin. Dua bangsa, dua negara: Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam damai dan aman.”
Sementara itu, 10 negara seperti Amerika Serikat, Israel, dan Argentina menolak, dan 12 negara seperti Albania dan Republik Ceko memilih abstain.
Indonesia di Garis Depan Perdamaian
Dengan aksi nyata dan diplomasi aktif, Indonesia menunjukkan kepemimpinan global dalam mendukung solusi dua-negara. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional, tetapi juga menjadi harapan bagi perdamaian abadi di Timur Tengah. Konferensi Solusi Dua-Negara mendatang diharapkan mewujudkan visi ini, dengan Indonesia tetap di barisan terdepan.
Berikut Daftar Negara yang Menolak (Against – 10 negara):
- Amerika Serikat
- Israel
- Argentina
- Hungaria
- Paraguay
- Nauru
- Mikronesia
- Palau
- Papua Nugini
- Tonga
Negara yang Abstain (Abstention – 12 negara):
- Albania
- Kamerun
- Republik Demokratik Kongo
- Ekuador
- Ethiopia
- Fiji
- Guatemala
- Moldova
- Makedonia Utara (North Macedonia)
- Samoa
- Sudan Selatan
- Republik Ceko
