Seorang pemuda berinisial AY (30) ditemukan tak bernyawa setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Nambo-Jakarta pada Minggu (1/3) pagi di bawah flyover Cikaret, Cibinong. Di balik insiden tragis ini, terungkap kisah pilu tentang beban hidup yang tampaknya sudah tak sanggup lagi ia pikul.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 10.35 WIB. Saat itu, KRL baru saja bertolak dari Stasiun Cibinong menuju Stasiun Citayam. Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa masinis sudah berkali-kali membunyikan klakson peringatan, namun AY yang saat itu berjalan di pinggir rel seolah tidak mendengar dan terus melangkah hingga benturan keras tak terelakkan.
“Korban terpental sejauh tiga meter dari rel akibat tersambar kereta yang sedang melintas,” ujar Kapolsek Cibinong, Kompol Joni Handonoko.
Titik Nadir: Penolakan Kerja dan Bayang-Bayang Utang
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengarah pada tindakan nekat akibat depresi berat. Berdasarkan keterangan keluarga, AY tengah berada di titik terendah dalam hidupnya.
AY diketahui memendam rasa bersalah yang besar setelah menggadaikan BPKB sepeda motor milik orang tuanya ke pihak leasing, namun ia tak kunjung mampu membayar cicilan bulanan yang terus menumpuk. Beban mental tersebut kian memuncak setelah baru-baru ini lamaran pekerjaannya kembali ditolak, memupus harapannya untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
“Diduga korban merasa frustrasi karena masalah gadai motor orang tuanya yang tidak terbayar dan terpukul karena lamaran kerjanya ditolak,” tambah Kompol Joni.
Keluarga Ikhlas dan Menolak Autopsi
Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian tak kuasa menahan kesedihan. Mereka menyatakan telah menerima musibah ini dengan ikhlas sebagai takdir dan menolak dilakukan proses autopsi terhadap jenazah AY.
Setelah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan membuat surat pernyataan, jenazah AY segera dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.