Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas bersama beberapa anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucu perempuannya, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Menyusul kabar tersebut, laporan media terbaru pada Senin (2/3/2026) mengonfirmasi bahwa istri Khamenei juga telah meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya saat serangan terjadi.
Kematian Khamenei telah dikonfirmasi sejak Minggu pagi, sementara sang istri mengembuskan napas terakhirnya pada Senin ini.
Mansoureh Khojasteh (78), istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, dinyatakan wafat setelah sempat menjalani perawatan akibat cedera dari serangan baru-baru ini. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Khojasteh terluka dalam gelombang serangan yang sama yang menewaskan suaminya di berbagai lokasi di sekitar Teheran. Pasangan ini diketahui menikah sejak tahun 1964.
Operasi Militer Skala Besar
Ayatollah Khamenei tewas pada fase awal serangan yang menurut pejabat AS dan Israel ditujukan pada infrastruktur militer strategis dan keamanan. Konfirmasi dari media Iran muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengumumkan kematian ulama tersebut, menggambarkan operasi ini sebagai bagian dari upaya besar untuk perubahan rezim.
Laporan juga mengindikasikan bahwa beberapa anggota keluarga besar Khamenei turut menjadi korban. Seorang anggota Dewan Kota Teheran, sebagaimana dikutip Reuters, mengonfirmasi adanya kematian di dalam lingkaran keluarga inti Sang Pemimpin Tertinggi segera setelah serangan udara tersebut menghantam kediaman mereka.
Dampak Regional dan Global
Kematian anggota keluarga inti pemimpin tertinggi ini diperkirakan akan meningkatkan tekanan domestik terhadap kepemimpinan Teheran dan semakin menyulut ketegangan regional. Otoritas Iran telah memperingatkan bahwa serangan terhadap negara mereka akan memicu pembalasan yang setimpal.
Hingga hari ketiga konflik, situasi di Timur Tengah kian memanas:
-
Korban Jiwa: Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 555 orang tewas di seluruh Iran sejauh ini.
-
Serangan Balasan: Iran telah meluncurkan drone dan rudal ke arah Israel serta pangkalan AS di Teluk. CENTCOM melaporkan empat tentara Amerika tewas dalam baku tembak tersebut.
-
Krisis Energi & Transportasi: Jalur pelayaran melalui Terusan Suez mulai ditangguhkan, ruang udara di beberapa negara Timur Tengah ditutup, dan kekhawatiran meningkat atas gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz.
Pentagon menyatakan pada hari Senin bahwa perang di Iran tidak akan menjadi “perang abadi” seperti di Irak, melainkan sebuah operasi militer yang bersifat “bedah namun sangat menghancurkan.”